Sinergi Edukasi dan Agribisnis: UPT PATPH Sambut Mahasiswa Magang dari UPN Veteran dan Universitas Trunojoyo Madura
SIDOARJO – Unit Pelaksana Teknis Pengembangan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (UPT PATPH) kembali menegaskan perannya sebagai laboratorium lapang bagi dunia pendidikan. Pada Senin, 12 Januari 2026, UPT PATPH secara resmi menerima kedatangan mahasiswa magang dari dua perguruan tinggi ternama, yaitu UPN Veteran Surabaya dan Universitas Trunojoyo Madura.
Bertempat di Ruang Kantor UPT PATPH, acara penerimaan dan pembekalan ini dipimpin langsung oleh Kepala UPT, Trias Ari Wicaksono, S.E., M.M. Dalam gelombang kali ini, peserta terdiri dari mahasiswa UPN Veteran Surabaya yang akan menempuh program magang reguler selama satu bulan, serta mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura yang melaksanakan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dengan durasi lima bulan.
Dorong Pengembangan Potensi Diri
Dalam sambutannya, Trias Ari Wicaksono menyambut hangat kehadiran para mahasiswa dan berharap mereka dapat beradaptasi dengan cepat di lingkungan Kebun Lebo. Pesan motivasi juga disampaikan oleh Kepala Seksi Produksi, Taufiq Mansur, S.TP., M.M. Beliau menekankan pentingnya momen magang ini sebagai ajang pembuktian diri.
"Mahasiswa harus berani mengembangkan potensi. Ilmu pengetahuan yang didapat di kampus jangan hanya disimpan, tetapi harus diaplikasikan dalam praktik nyata di lapangan," ujar Taufiq dalam sesi pengarahan.
Tertib Administrasi dan Pelaporan Digital
Selain aspek teknis pertanian, pembekalan juga mencakup tata tertib birokrasi. Kasubag Tata Usaha, Anang Bandono, S.P., memberikan sosialisasi terkait penyelesaian administrasi yang mengacu pada Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 10 Tahun 2024. Regulasi ini mengatur tentang Jasa Layanan Magang atau Praktik Kerja Lapang dengan ketentuan retribusi yang sah.
Di sisi operasional, Kepala Seksi Pemasaran, Novie Isnawati, S.P., M.Agr., bersama staf pemasaran Arif Yantica S., S.E., menjelaskan mekanisme pelaporan kegiatan. Mengikuti perkembangan teknologi, mahasiswa diwajibkan menyusun laporan harian yang dipantau secara real-time melalui grup WhatsApp, serta menyusun laporan akhir sebagai bentuk pertanggungjawaban akademis.
Kegiatan orientasi ditutup dengan pengenalan lingkungan (site tour). Dipandu oleh staf teknis Yusuf Achmadi, para mahasiswa diajak berkeliling melihat langsung fasilitas dan lahan budidaya di Kebun Lebo Sidoarjo, yang nantinya akan menjadi "kantor" mereka selama periode magang berlangsung


