Kembali ke Beranda

Arsip Berita

Telusuri semua aktivitas dan informasi terkini dari UPT PATPH.

Perkuat Tata Kelola Aset Biologis, UPT PATPH Jawa Timur Hadiri Rapat Teknis PSAP Nomor 20 Agrikultur
9 Oktober 2026

Perkuat Tata Kelola Aset Biologis, UPT PATPH Jawa Timur Hadiri Rapat Teknis PSAP Nomor 20 Agrikultur

Malang – Sebagai bagian dari upaya mendukung tata kelola keuangan daerah yang akuntabel dan sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan, perwakilan Unit Pelaksana Teknis Pengembangan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (UPT PATPH) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur mengikuti kegiatan Rapat Teknis Persiapan Implementasi Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan (PSAP) Nomor 20 tentang Agrikultur yang diselenggarakan oleh Bidang Akuntansi Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Jawa Timur.UPT PATPH Jawa Timur atau yang dikenal dengan Puspa Lebo merupakan unit pelaksana teknis di bawah Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur yang memiliki peran dalam pengembangan agribisnis tanaman pangan dan hortikultura. Puspa Lebo menjadi salah satu pusat inovasi, edukasi, dan pelayanan agribisnis pertanian di Jawa Timur dengan berbagai kegiatan pengembangan teknologi budidaya, penyediaan benih sumber, pengelolaan kebun produksi, serta layanan konsultasi dan edukasi pertanian kepada masyarakat. Dengan karakteristik kegiatan yang berkaitan dengan pengelolaan tanaman pangan dan hortikultura, UPT PATPH menjadi salah satu perangkat daerah yang memiliki keterkaitan dengan implementasi PSAP Nomor 20 Agrikultur, khususnya dalam aspek identifikasi, pengelolaan, pencatatan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan aset biologis serta produk agrikultur.Kegiatan rapat teknis dilaksanakan pada:Hari/Tanggal : 7 s.d. 8 Oktober 2026Tempat : THE 1O1 Malang OJAlamat : Jl. Dr. Cipto No.11, Rampal Celaket, Kecamatan Klojen, Kota MalangKegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala BPKAD Provinsi Jawa Timur, Ir. Mohammad Yasin, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya kesiapan perangkat daerah dalam memahami dan menerapkan ketentuan akuntansi pemerintahan, khususnya terkait standar baru yang memiliki karakteristik khusus seperti aset biologis pada sektor agrikultur.Rapat teknis ini menjadi wadah koordinasi dan peningkatan pemahaman bagi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mempersiapkan implementasi PSAP Nomor 20 Agrikultur. Materi pembahasan mencakup proses pemetaan keberadaan objek agrikultur, karakteristik aset biologis, aktivitas pengelolaan tanaman atau hewan hidup, mekanisme pencatatan, hingga aspek pengukuran dan pengungkapan dalam laporan keuangan pemerintah daerah.Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pembahasan mengenai instrumen pemetaan dan kuesioner persiapan implementasi PSAP Nomor 20 Agrikultur. Instrumen tersebut digunakan untuk memperoleh informasi terkait keberadaan, karakteristik, pengelolaan, pencatatan, pengukuran, penyajian, serta pengungkapan aset biologis dan produk agrikultur pada perangkat daerah sebagai dasar penyusunan kebijakan akuntansi Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Bagi UPT PATPH Jawa Timur, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memahami aspek akuntansi atas aktivitas agrikultur yang selama ini dijalankan, mulai dari pengelolaan tanaman hidup, proses budidaya, pemeliharaan, produksi, hingga hasil panen. Hal tersebut sejalan dengan ruang lingkup pemetaan PSAP Nomor 20 yang mengidentifikasi aktivitas seperti pengelolaan tanaman hidup, proses pertumbuhan, perkembangbiakan, produksi, maupun perubahan biologis lainnya. Melalui keikutsertaan dalam rapat teknis ini, UPT PATPH Jawa Timur berkomitmen untuk mendukung proses inventarisasi dan pemetaan aset biologis secara lebih tertib, transparan, dan akuntabel. Hasil pemahaman dari kegiatan ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam menyiapkan data pendukung serta meningkatkan kualitas penyusunan laporan keuangan pemerintah daerah, khususnya pada sektor agrikultur.

Admin CAKRA
Mahasiswa Polije Jalani Magang di UPT Pengembangan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura Jawa Timur
9 Maret 2026

Mahasiswa Polije Jalani Magang di UPT Pengembangan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura Jawa Timur

Sidoarjo – Sejumlah mahasiswa Politeknik Negeri Jember menjalani program magang di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengembangan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura Jawa Timur yang berada di Kabupaten Sidoarjo. Program magang ini berlangsung selama periode 1 Maret hingga 30 Juni 2026 sebagai bagian dari pembelajaran praktik lapangan di bidang agribisnis dan budidaya tanaman.Pada hari pertama kegiatan, para mahasiswa diperkenalkan dengan lingkungan kerja serta berbagai fasilitas yang tersedia di UPT Pengembangan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura Jawa Timur. Pengenalan tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman awal mengenai sistem kerja, area budidaya, serta kegiatan agribisnis yang dijalankan oleh instansi tersebut.Selama pelaksanaan magang, mahasiswa terlibat langsung dalam berbagai aktivitas pertanian. Kegiatan yang dilakukan antara lain penggemburan tanah, penyortiran bawang merah untuk dijadikan benih tanam, serta pemupukan menggunakan dua jenis pupuk NPK. Mahasiswa juga melakukan pengamatan pertumbuhan tanaman kedelai dengan menghitung jumlah cabang, jumlah daun, serta tinggi tanaman sebagai bagian dari kegiatan pengumpulan data lapangan.Selain itu, mahasiswa turut mempraktikkan teknik budidaya tanaman jagung, seperti mengukur jarak tanam sekitar 30 sentimeter, membuat ajir tanaman, serta membersihkan gulma sebagai persiapan penanaman. Kegiatan lain yang dilakukan meliputi pengolahan lahan, pembuatan saluran irigasi, serta pemindahan bawang merah ke dalam greenhouse untuk proses pembibitan.Mahasiswa juga melakukan penyiraman benih jagung serta percobaan penanaman bawang merah di dalam polibag dengan dua metode berbeda, yaitu penanaman langsung dan penanaman dengan pemotongan ujung umbi. Percobaan tersebut bertujuan untuk melihat perbedaan pertumbuhan tanaman dari kedua metode penanaman tersebut.Melalui kegiatan magang ini, mahasiswa diharapkan dapat memperoleh pengalaman langsung mengenai praktik agribisnis tanaman pangan dan hortikultura, sekaligus meningkatkan keterampilan teknis di bidang pertanian sebelum memasuki dunia kerja. Program ini juga menjadi sarana kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia di sektor pertanian

Admin CAKRA
Tingkatkan Hasil Pertanian dan Kesehatan Lahan, UPT PATPH Optimalkan Layanan Analisa Tanah Akurat dan Teruji
28 Agustus 2026

Tingkatkan Hasil Pertanian dan Kesehatan Lahan, UPT PATPH Optimalkan Layanan Analisa Tanah Akurat dan Teruji

SIDOARJO, PUSPALEBO.ID – Guna mendukung penerapannya pertanian presisi dan berkelanjutan di Jawa Timur, UPT Pengembangan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (PATPH) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur terus mengoptimalkan pelayanan di Laboratorium Tanah dan Air. Layanan ini hadir untuk membantu petani, praktisi pertanian, hingga instansi terkait dalam menguji status kesuburan tanah dan mutu pupuk secara cepat, tepat, dan akurat.Layanan Laboratorium Tanah UPT PATPH (Puspa Lebo) meliputi pengujian empat aspek utama, yakni analisa sampel tanah, analisa tanaman, analisa sampel pupuk organik (padat maupun cair), serta konsultasi dan rekomendasi hasil analisa. Melalui uji hara berbasis sifat fisika dan kimia tanah, para pengelola lahan dapat menentukan dosis pemupukan dan tindakan perbaikan tanah yang presisi serta berimbang.Jaminan Mutu Melalui Uji Profesiensi KementanKepala Seksi Produksi UPT PATPH menegaskan bahwa keakuratan hasil uji di Laboratorium Puspa Lebo menjadi prioritas utama. Untuk menjaga validitas data, laboratorium secara rutin mengikuti uji silang dalam Uji Profesiensi Tanah yang diselenggarakan oleh Balai Perakitan dan Pengujian Tanah dan Pupuk Kementerian Pertanian Republik Indonesia."Kami berkomitmen menyajikan hasil uji laboratorium yang valid dan terpercaya. Pengujian tidak hanya ditujukan untuk mengukur parameter hara seperti pH, C-Organik, N, P₂O₅, K, hingga tekstur tanah, tetapi juga disertai saran teknis pemupukan yang aplikatif bagi pengguna layanan," ungkapnya.Alur Pengujian Berstandar SOP KetatDalam pelaksanaannya, seluruh proses analisa mengacu pada Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Analisa Unsur Hara Tanah yang akuntabel. Setiap sampel yang masuk melalui tahapan terstruktur, dimulai dari:Pendataan & Registrasi Sampel: Penataan dokumen dan pengodean sampel.Preparasi & Penghalusan Sampel: Pengeringan serta penggerusan sampel sesuai standar pengujian.Persiapan Bahan Kimia & Penimbangan: Ketelitian penimbangan dan reaksi bahan uji.Pengujian Lab & Pengolahan Data: Pengukuran kadar hara secara sistematis oleh tim analis berpengalaman hingga diterbitkannya Laporan Hasil Analisa (LHA).Dengan diterapkannya SOP ini secara konsisten, masyarakat dan petani tidak hanya mendapatkan data status hara, tetapi juga panduan langkah konkrit seperti rekomendasi penambahan bahan organik atau pembenah tanah yang dibutuhkan lahan.Ingin Menguji Sampel Tanah atau Pupuk Anda?Bagi kelompok tani, pelaku usaha agribisnis, akademisi, maupun masyarakat umum yang ingin memanfaatkan layanan analisa tanah dan pupuk organik, Anda dapat langsung mengunjungi lokasi laboratorium atau menghubungi kontak layanan kami:📍 Lokasi Kantor & Lab: Jl. Raya Lebo No. 48, Lebo, Kec. Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur 61223🌐 Website Resmi: https://puspalebo.id/📞 WhatsApp Hotline Services:0857-3348-6581 (Amirul)0857-0444-4396 (Aris)✉️ Email: puspalebo@gmail.comKategori: Berita / Layanan Publik / Inovasi PertanianTag: Analisa Tanah, UPT PATPH, Puspa Lebo, Kesuburan Lahan, Pupuk Organik, Pertanian Jawa Timur

Admin CAKRA
UPT PATPH Gelar Rapat Koordinasi Internal untuk Perkuat Kinerja dan Pengelolaan Kebun
11 September 2026

UPT PATPH Gelar Rapat Koordinasi Internal untuk Perkuat Kinerja dan Pengelolaan Kebun

Sidoarjo, 11 September 2026 — Dalam rangka meningkatkan koordinasi, monitoring, dan evaluasi pelaksanaan kegiatan, UPT Pengembangan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (UPT PATPH) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur melaksanakan rapat koordinasi internal secara daring melalui Zoom Meeting pada Jumat (11/09/2026).Rapat koordinasi yang dilaksanakan dalam rangka Work From Home (WFH) tersebut dipimpin langsung oleh Kepala UPT PATPH dan diikuti oleh seluruh staf UPT PATPH, serta jajaran pejabat struktural yang terdiri dari Kasubbag Tata Usaha, Kepala Seksi Produksi, dan Kepala Seksi Pemasaran beserta para pimpinan kebun di lingkungan UPT PATPH.Kegiatan ini dilaksanakan sebagai sarana koordinasi internal dalam rangka evaluasi pelaksanaan tugas, pemantauan kinerja unit kerja, serta penyamaan langkah dalam mendukung pencapaian target organisasi. Beberapa agenda strategis yang dibahas meliputi evaluasi capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) masing-masing kebun, monitoring aktivitas budidaya, penyampaian perkembangan kegiatan lapangan, serta kesiapan administrasi terkait pelaksanaan verifikasi perubahan Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKA-SKPD) Tahun Anggaran 2026.Dalam arahannya, Kepala UPT PATPH menekankan pentingnya penguatan koordinasi antarbagian dan antarunit kerja untuk memastikan seluruh program kegiatan berjalan secara efektif. Setiap unit kerja diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelaporan, memperkuat monitoring kegiatan, serta melakukan tindak lanjut terhadap berbagai kendala yang ditemukan di lapangan.Pada bidang produksi, rapat membahas perkembangan kegiatan budidaya di masing-masing kebun, termasuk evaluasi kondisi pertanaman, kesiapan pengelolaan lahan, serta strategi peningkatan produktivitas. Pembaruan data produksi secara berkala menjadi salah satu hal penting untuk mendukung proses pemantauan dan pengambilan keputusan berbasis data.Selain itu, evaluasi terhadap capaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga menjadi salah satu pembahasan utama. Seluruh pengelola kebun diarahkan untuk terus melakukan pengawalan terhadap realisasi PAD secara tertib, transparan, dan akuntabel guna mendukung pencapaian target yang telah ditetapkan.Dalam rapat tersebut juga disampaikan perkembangan kegiatan di masing-masing kebun, salah satunya Kebun Lebo yang melaksanakan persiapan kegiatan penyiangan gulma pada area petak lahan serta rencana distribusi pupuk kandang ke area greenhouse sebagai bagian dari upaya peningkatan kesuburan tanah dan kesiapan kegiatan budidaya.Melalui rapat koordinasi ini, UPT PATPH terus memperkuat sinergi antara unsur pimpinan, staf, dan pengelola kebun dalam rangka meningkatkan efektivitas tata kelola organisasi, optimalisasi pengelolaan kebun, serta mendukung pencapaian target kinerja dan pelayanan agribisnis yang berkelanjutan.

Admin CAKRA
Usung Tema "Menanam Tunas, Menumbuhkan Karakter", 275 Siswa MI Al Karim Surabaya Gelar Pesta Siaga dan Agrowisata di Puspa Lebo
10 September 2026

Usung Tema "Menanam Tunas, Menumbuhkan Karakter", 275 Siswa MI Al Karim Surabaya Gelar Pesta Siaga dan Agrowisata di Puspa Lebo

SIDOARJO (10 September 2026) — Pendidikan karakter berbasis alam terbuka kembali dibuktikan efektivitasnya oleh lembaga pendidikan Islam di Jawa Timur. Sebanyak 275 siswa-siswi Anggota Pramuka Siaga bersama jajaran guru pendamping dari Pangkalan MI Al Karim Bendul Merisi Surabaya (Gudep 31.037 – 31.038) sukses menggelar kegiatan "Pesta Siaga" sekaligus outdoor learning di area Agrowisata Edukatif Puspa Lebo, Sidoarjo, pada Kamis (10/09/2026).Dengan mengusung tema “Menanam Tunas, Menumbuhkan Karakter Siaga Ceria dan Berprestasi”, kegiatan interaktif ini memadukan ketangkasan Kepramukaan Siaga dengan edukasi pertanian modern. Melalui kombinasi penjelajahan alam dan wisata kebun, para peserta diajak mengasah kedisiplinan, kemandirian, keberanian, kerja sama tim (problem solving), serta kecintaan terhadap lingkungan sejak dini.Belajar Langsung dari AlamAtmosfer kemeriahan dan keceriaan tampak jelas sepanjang kegiatan. Para Pramuka Siaga diajak melakukan observasi langsung ke kebun hortikultura, mengenalkan mereka pada keanekaragaman tanaman, cara bercocok tanam, hingga pemanfaatan teknologi pertanian berkelanjutan.Perwakilan tim pengajar lapangan menyampaikan bahwa pembelajaran di alam terbuka memberikan nilai edukasi holistic bagi anak usia dasar."Melalui Pesta Siaga di alam terbuka ini, anak-anak tidak hanya sekadar belajar teori kepramukaan atau sains di dalam kelas. Mereka mempraktikkan langsung nilai-nilai dasadarma dan dwidarma, melatih kemandirian, sekaligus berinteraksi langsung dengan keanekaragaman flora di Puspa Lebo. Alam menjadi tempat belajar terbaik untuk membentuk karakter anak yang ceria dan berprestasi," tuturnya.Puspa Lebo: Destinasi Agrowisata Edukatif Unggulan & Ramah di KantongSebagai Pusat Pengembangan Agribisnis, Agrowisata, dan Edukasi Pertanian di bawah naungan UPT PATPH Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Agrowisata Puspa Lebo terus membuktikan komitmennya sebagai pilihan utama bagi sekolah, madrasah, komunitas, maupun keluarga untuk kegiatan pembelajaran luar kelas (outdoor learning).Puspa Lebo menawarkan beragam fasilitas unggulan dengan biaya yang sangat terjangkau, di antaranya:Edukasi & Praktik Pertanian Langsung: Belajar teknik budidaya tanaman hortikultura, observasi kebun buah dan sayur, hingga pengenalan inovasi teknologi pertanian modern.Lahan Terbuka & Area Kegiatan Kelompok: Area hijau yang luas, asri, dan aman untuk penjelajahan Kepramukaan (Pesta Siaga/Penggalang), outbound, serta pelatihan kepemimpinan siswa.Wisata Kebun & Agro Produk: Menikmati nuansa perkebunan yang segar sekaligus membawa pulang produk pertanian serta bibit tanaman berkualitas unggul.Saatnya Jadwalkan Kunjungan Anda!Ingin menghadirkan pengalaman belajar luar kelas yang seru, edukatif, hemat anggaran, dan berkesan seperti Pangkalan MI Al Karim Surabaya? Agrowisata Puspa Lebo Sidoarjo siap menjadi mitra terbaik untuk kegiatan edukasi dan Kepramukaan sekolah Anda.Segera jadwalkan kunjungan agrowisata dan paket edukasi kelompok Anda! Informasi lengkap mengenai fasilitas, alur pendaftaran, dan pilihan paket wisata dapat diakses melalui situs resmi: puspalebo.id.“Pertanian Hari Ini, Masa Depan Esok. Alam Menjadi Guru, Pengalaman Menjadi Ilmu, Karakter Menjadi Kekuatan.”Diterbitkan oleh: Redaksi puspalebo.idKategori: Edukasi & Agrowisata / Kepramukaan

Admin CAKRA
UPT PATPH Perkuat Kolaborasi dengan Malang Autism Center dan Kebun Produksi Dau untuk Wujudkan Lahan Pertanian Edukatif Inklusif
4 September 2026

UPT PATPH Perkuat Kolaborasi dengan Malang Autism Center dan Kebun Produksi Dau untuk Wujudkan Lahan Pertanian Edukatif Inklusif

MALANG, puspalebo.id — Dalam rangka mendorong inovasi pemanfaatan lahan pertanian yang memiliki nilai edukatif dan sosial, UPT Pengembangan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (PATPH) melaksanakan koordinasi teknis bersama Malang Autism Center (MAC) dan Kepala Kebun Produksi Dau, Malang, pada tanggal 4 September 2026.Kegiatan koordinasi tersebut membahas rencana pengelolaan sebagian lahan di Kebun Produksi Dau, Malang, sebagai sarana edukasi pertanian yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran sekaligus fasilitas pendukung terapi bagi anak-anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD).Dalam pertemuan tersebut, Bapak Cahyadi dari Malang Autism Center (MAC), sebagai lembaga penyedia layanan terapi perilaku bagi individu dengan ASD, bersama dengan pengelola Kebun Produksi Dau melakukan pembahasan terkait konsep pengembangan kawasan. Diskusi mencakup perancangan desain area, penataan ruang, kebutuhan fasilitas pendukung, serta detail teknis pelaksanaan pekerjaan fisik di lapangan.Melalui kerja sama ini, lahan pertanian diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai area produksi, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi ruang belajar yang memberikan pengalaman langsung bagi anak-anak melalui aktivitas berbasis alam dan pertanian. Lingkungan kebun yang asri dan terbuka dinilai memiliki potensi untuk mendukung kegiatan edukasi serta stimulasi sensorik dan motorik dalam proses terapi.Konsep pengembangan area ini akan memperhatikan berbagai aspek, mulai dari kenyamanan, keamanan, aksesibilitas, hingga kebutuhan pengguna agar tercipta ruang pertanian yang ramah dan inklusif. Keberadaan fasilitas edukasi berbasis pertanian ini diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat serta menjadi bentuk kolaborasi antara sektor pertanian dan layanan sosial.Melalui sinergi bersama Malang Autism Center dan Kebun Produksi Dau, UPT PATPH berkomitmen untuk terus mengembangkan inovasi pemanfaatan aset pertanian yang tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga memberikan nilai tambah dalam bidang edukasi, pemberdayaan, dan pelayanan masyarakat.Admin CAKRAKategori: Inovasi Pertanian | Edukasi | KolaborasiTag: UPT PATPH, Puspa Lebo, Kebun Produksi Dau, Malang Autism Center, Pertanian Inklusif, Edukasi Pertanian

Admin CAKRA
Kepala Seksi Produksi UPT PATPH Jawa Timur Dampingi Workshop BSAN SMP Negeri 1 Prambon, Dorong Kreativitas Generasi Muda melalui Kreasi Terarium
18 September 2026

Kepala Seksi Produksi UPT PATPH Jawa Timur Dampingi Workshop BSAN SMP Negeri 1 Prambon, Dorong Kreativitas Generasi Muda melalui Kreasi Terarium

Sidoarjo, 17 September 2026 – Dalam rangka mendukung penguatan kreativitas, keterampilan, dan kepedulian generasi muda terhadap lingkungan, TAUFIQ MANSUR, S.TP, MM selaku Kepala Seksi Produksi UPT Pengembangan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (PATPH) Jawa Timur melaksanakan pendampingan sekaligus menjadi narasumber pada kegiatan Workshop Kokurikuler Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) yang diselenggarakan di SMP Negeri 1 Prambon.Kegiatan yang mengangkat tema “Jelajah Potensi, Wujudkan Cita-Cita melalui Kreasi Terarium” ini bertujuan memberikan penguatan kepada peserta didik dalam mengembangkan kreativitas, keterampilan, serta motivasi untuk menggali potensi diri melalui kegiatan yang inovatif dan bermakna.Dalam kegiatan tersebut, TAUFIQ MANSUR, S.TP, MM menyampaikan materi dan pendampingan mengenai pemanfaatan tanaman melalui konsep kreasi terarium sebagai media pembelajaran yang menggabungkan unsur pertanian, seni, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan. Peserta didik diperkenalkan bahwa dunia pertanian tidak hanya berkaitan dengan proses produksi, tetapi juga memiliki ruang inovasi yang luas melalui pengembangan ide kreatif dan pemanfaatan teknologi sederhana.Melalui praktik pembuatan terarium, para peserta mendapatkan pengalaman langsung mulai dari pengenalan jenis tanaman yang sesuai, pemilihan bahan pendukung, penyusunan media tanam, hingga proses menciptakan mini ekosistem tanaman yang memiliki nilai estetika dan edukasi. Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan karakter positif seperti kreativitas, ketelitian, tanggung jawab, serta kemampuan bekerja sama.Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan peran Puspa Lebo sebagai pusat pengembangan agribisnis tanaman pangan dan hortikultura Jawa Timur yang berada di bawah naungan UPT Pengembangan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura Jawa Timur. Melalui Puspa Lebo, berbagai kegiatan pengembangan inovasi pertanian, edukasi masyarakat, serta pembelajaran berbasis praktik terus dikembangkan untuk mendekatkan sektor pertanian kepada masyarakat, khususnya generasi muda.Informasi mengenai kegiatan, layanan, dan berbagai inovasi pertanian yang dikembangkan oleh UPT PATPH Jawa Timur dapat diakses melalui website resmi Puspa Lebo di:https://puspalebo.id/Selain melalui kanal kelembagaan, dokumentasi kegiatan, gagasan, dan berbagai informasi terkait pengembangan pertanian juga dibagikan melalui website pribadi TAUFIQ MANSUR, S.TP, MM sebagai media berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam bidang agribisnis, inovasi pertanian, serta pengembangan sumber daya manusia.Website pribadi dapat diakses melalui:https://almansur.puspalebo.id/Melalui kegiatan Workshop Kokurikuler BSAN ini, diharapkan peserta didik SMP Negeri 1 Prambon mampu semakin percaya diri dalam mengembangkan potensi diri, memiliki kepedulian terhadap lingkungan, serta memahami bahwa sektor pertanian merupakan bidang yang memiliki peluang besar untuk berinovasi dan berkembang di masa depan.Sinergi antara dunia pendidikan dan sektor pertanian menjadi langkah penting dalam membangun generasi muda yang kreatif, mandiri, dan memiliki wawasan terhadap pertanian modern serta pembangunan berkelanjutan.TAUFIQ MANSUR, S.TP, MMKepala Seksi ProduksiUPT Pengembangan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura Jawa Timur

Admin CAKRA
Tingkatkan Akuntabilitas dan Optimalisasi Aset, UPT PATPH Gelar Evaluasi Performa Pimpinan Kebun
9 Februari 2026

Tingkatkan Akuntabilitas dan Optimalisasi Aset, UPT PATPH Gelar Evaluasi Performa Pimpinan Kebun

SIDOARJO, puspalebo.id – Unit Pelaksana Teknis Pengembangan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (UPT PATPH) menggelar rapat koordinasi bulanan pada Senin (09/02/2026) di Ruang Rapat UPT PATPH. Rapat ini fokus pada evaluasi kegiatan tahun anggaran 2026, percepatan administrasi kepegawaian, hingga transformasi digital dalam pelaporan aktivitas kebun.Kepala UPT PATPH, Trias Ari Wicaksono, S.E., M.M., menekankan pentingnya adaptasi terhadap regulasi baru, terutama terkait penyusunan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP). Selain aspek administratif, beliau mendorong jajarannya untuk lebih agresif dalam mengoptimalkan aset daerah."Kita harus memaksimalkan promosi aset, layanan Laboratorium Tanah, hingga Agrowisata melalui kanal digital seperti website dan media sosial. Target kita adalah peningkatan kuantitas kunjungan dan pemanfaatan layanan oleh masyarakat luas," ujar Trias dalam arahannya.Transformasi Digital melalui Si CAKRASalah satu poin krusial dalam rapat kali ini adalah penguatan sistem pelaporan produksi. Kasi Produksi, Taufiq Mansur, S.TP, M.M., menginstruksikan penggunaan aplikasi Si CAKRA yang terintegrasi dalam portal puspalebo.id.Aplikasi ini dirancang sebagai wadah sistem informasi catatan aktivitas kebun dan realisasi yang akuntabel. Melalui Si CAKRA, setiap fase usaha tani—mulai dari pembersihan lahan, pengolahan, hingga panen—harus terdokumentasi secara detail, termasuk rincian penggunaan sarana produksi (saprodi) dan Hari Orang Kerja (HOK)."Setiap periode tanam yang menggunakan anggaran negara wajib memiliki output laporan yang akurat. Jika terjadi kendala atau gagal panen di lapangan, kepala kebun harus segera berkoordinasi dan membuat laporan resmi sebagai bentuk transparansi," tegas Taufiq. Beliau juga menambahkan bahwa seluruh proses produksi wajib berpedoman pada SOP budidaya sesuai Pergub No. 61 Tahun 2018.Penataan Kepegawaian dan PemasaranDari sisi ketatausahaan, Kasubag TU, Anang Bandono, S.P., mengingatkan mengenai transisi status pegawai sesuai ketentuan Kementerian PANRB terkait jabatan tenaga pengamanan dan pramubakti, serta persiapan regenerasi staf yang akan memasuki masa purna tugas.Sementara itu, Kasi Pemasaran, Novie Isnawati, S.P., M.Agr., menyoroti pentingnya sinkronisasi data panen antara kepala kebun dan bagian pemasaran guna memastikan distribusi hasil produksi berjalan efektif dan sesuai dengan timeline Surat Perintah Jalan (SPJ).Dengan adanya evaluasi rutin ini, UPT PATPH berkomitmen untuk terus meningkatkan standar layanan publik, baik dalam penyediaan bibit unggul, analisa laboratorium, maupun edukasi agrowisata bagi siswa sekolah di Jawa Timur.Penulis: Taufiq Mansur, S.TP, M.MKategori: Berita Dinas / Evaluasi Kegiatan

Admin CAKRA
Profesor Jepang dan Dosen ITTS Jajaki Kerjasama Riset Swarm Drone untuk Pertanian Cerdas di Sidoarjo
10 Maret 2026

Profesor Jepang dan Dosen ITTS Jajaki Kerjasama Riset Swarm Drone untuk Pertanian Cerdas di Sidoarjo

Ini dia artikelnya, silakan di-copy:Profesor Jepang dan Dosen ITTS Jajaki Kerjasama Riset Swarm Drone untuk Pertanian Cerdas di SidoarjoSidoarjo, 6 Maret 2026 — Upaya modernisasi sektor pertanian di Jawa Timur mendapat angin segar. Profesor Victor V. Kryssanov, Ph.D., akademisi asal Ritsumeikan University, Jepang, yang menjabat sebagai Head of Global Innovation Laboratory bertajuk "ICT for Human Enhancement", bersama tim dosen dari Institut Teknologi Telkom Surabaya (ITTS), melakukan kunjungan ke UPT Pengembangan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (UPT PATPH) di Desa Lebo, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, pada Kamis (6/3/2026).Kunjungan ini bertujuan untuk menjajaki kerjasama penelitian di bidang teknologi swarm drone yang akan diaplikasikan pada lingkungan pertanian green house, khususnya pada budidaya tanaman melon yang menjadi unggulan UPT PATPH.Mengenal UPT PATPH: Pusat Inovasi Hortikultura Jawa TimurUPT PATPH merupakan unit pelaksana teknis di bawah Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur yang bertugas melaksanakan studi, kajian, dan pengembangan agribisnis tanaman pangan dan hortikultura. Terletak di Desa Lebo, Sidoarjo, UPT ini dikenal sebagai pusat pengembangan budidaya melon Golden Langkawi yang telah menjadi produk unggulan daerah.Fasilitas green house yang dimiliki UPT PATPH menjadikannya lokasi ideal untuk uji coba teknologi swarm drone dalam lingkungan pertanian terkendali (indoor farming). Dengan sistem budidaya yang sudah terstandarisasi dan mengacu pada standar keamanan pangan (SOP/GAP), fasilitas ini menawarkan ekosistem sempurna bagi pengembangan riset pertanian berbasis teknologi tinggi.Apa Itu Swarm Drone?Swarm drone atau kawanan drone adalah sekumpulan pesawat tanpa awak (UAV) yang bekerja secara terkoordinasi sebagai satu sistem cerdas. Berbeda dengan operasi drone tunggal konvensional, teknologi swarm memungkinkan beberapa drone untuk saling berkomunikasi, mendistribusikan tugas secara efisien, dan mencakup area pertanian yang luas dalam waktu yang jauh lebih singkat.Konsep ini terinspirasi dari perilaku kolektif yang ditemukan di alam, seperti koloni lebah atau gerombolan burung, di mana setiap individu mengikuti aturan sederhana tetapi secara kolektif mampu menjalankan operasi yang kompleks. Dalam konteks pertanian, teknologi ini memungkinkan armada 5 hingga 50 drone bekerja secara simultan untuk memantau, menganalisis, dan merawat lahan pertanian dalam satu misi terkoordinasi.Mengapa Swarm Drone Relevan untuk Pertanian?Penerapan swarm drone di sektor pertanian menawarkan sejumlah keunggulan signifikan dibandingkan metode konvensional maupun operasi drone tunggal:Efisiensi Waktu dan Tenaga Kerja yang Revolusioner. Dalam skala besar, teknologi swarm mampu memangkas waktu pemindaian lahan secara drastis. Beberapa drone yang bekerja bersamaan dapat menyelesaikan pekerjaan yang biasanya membutuhkan waktu berminggu-minggu menjadi hanya hitungan jam. Hal ini juga menekan biaya operasional tenaga kerja hingga 20–30 persen.Pemantauan Presisi Multi-Perspektif. Setiap drone dalam kawanan dapat dilengkapi kamera multispektral dan sensor lingkungan yang terintegrasi dengan sistem Internet of Things (IoT). Data yang dikumpulkan secara simultan dari berbagai ketinggian dan sudut memungkinkan deteksi penyakit tanaman dengan tingkat akurasi 35–40 persen lebih tinggi dibandingkan pemantauan drone tunggal.Ketahanan Sistem (Redundancy). Jika satu drone mengalami gangguan atau kehabisan baterai, unit lainnya secara otomatis mendistribusikan ulang beban kerja dan melanjutkan operasi. Kemampuan ini mengurangi waktu henti (downtime) hingga 90 persen dibandingkan sistem drone tunggal.Pengambilan Keputusan Berbasis Data. Seluruh data lapangan dikirim secara real-time ke komputer pusat untuk dianalisis menggunakan model kecerdasan buatan (AI). Hasil analisis ini membantu petani atau operator membuat keputusan yang cepat, akurat, dan berbasis data sehingga produktivitas serta kualitas tanaman dapat ditingkatkan.Spesialisasi Fungsi. Dalam satu kawanan, drone yang berbeda dapat menjalankan fungsi khusus secara bersamaan — misalnya satu drone memantau kesehatan tanaman sementara drone lain melakukan penyemprotan nutrisi pada area yang membutuhkan. Spesialisasi ini meningkatkan efektivitas operasi tanpa perlu pergantian peralatan.Mengapa Swarm Drone Sedang Berkembang Pesat?Beberapa faktor mendorong pesatnya perkembangan teknologi swarm drone di sektor pertanian saat ini.Pertama, kemajuan dalam kecerdasan buatan dan pembelajaran mesin telah meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan dan penghindaran rintangan secara otonom. Kedua, teknologi komunikasi berkecepatan tinggi seperti jaringan 5G dan 6G memungkinkan pertukaran data secara real-time antar-drone yang semakin handal.Dari sisi regulasi, pemerintah di berbagai negara mulai membuka jalan bagi adopsi teknologi ini. Di Amerika Serikat, misalnya, Federal Aviation Administration (FAA) telah memberikan persetujuan bagi operasi kawanan drone berat untuk keperluan pertanian, memungkinkan satu operator mengendalikan tiga drone sekaligus — sebuah langkah yang secara signifikan meningkatkan produktivitas.Di Indonesia sendiri, perkembangan ini juga mulai terlihat. Peneliti dari IPB University baru-baru ini mengembangkan teknologi swarm drone untuk indoor farming guna mendukung pertanian cerdas yang lebih efisien dan presisi. Langkah serupa kini diinisiasi melalui kerjasama antara Ritsumeikan University dan ITTS di UPT PATPH Sidoarjo.Selain itu, model bisnis baru seperti Drone-as-a-Service (DaaS) berpotensi mendemokratisasi akses teknologi drone bagi petani skala kecil dan menengah yang selama ini terkendala biaya investasi awal yang tinggi.Sinergi Internasional untuk Pertanian IndonesiaKunjungan Prof. Kryssanov bersama dosen ITTS ke UPT PATPH menandai langkah strategis dalam mempertemukan keahlian riset internasional di bidang ICT dan robotika dengan potensi pertanian lokal Jawa Timur.Ritsumeikan University, yang berlokasi di Kusatsu, Prefektur Shiga, Jepang, dikenal sebagai institusi yang kuat dalam riset teknologi informasi dan komunikasi. Global Innovation Laboratory yang dipimpin Prof. Kryssanov memiliki fokus pada pemanfaatan ICT untuk peningkatan kualitas hidup manusia — sebuah visi yang sejalan dengan upaya modernisasi pertanian Indonesia.Sementara itu, ITTS sebagai perguruan tinggi berbasis ICT yang berfokus pada maritim, transportasi, dan logistik, membawa kompetensi di bidang teknik elektro, telekomunikasi, dan sistem informasi yang sangat relevan dengan pengembangan sistem drone cerdas.Kolaborasi tiga pihak ini — akademisi internasional, perguruan tinggi teknologi nasional, dan fasilitas pertanian daerah — diharapkan dapat menghasilkan prototipe dan model implementasi swarm drone yang sesuai dengan kondisi pertanian Indonesia, khususnya untuk aplikasi dalam lingkungan green house.Prospek ke DepanRencana kerjasama penelitian ini membuka peluang besar bagi pengembangan pertanian presisi di Indonesia. Dengan memanfaatkan fasilitas green house melon di UPT PATPH sebagai laboratorium hidup (living lab), para peneliti dapat menguji efektivitas teknologi swarm drone dalam pemantauan kondisi tanaman, pengelolaan nutrisi, deteksi dini hama dan penyakit, serta optimalisasi hasil panen.Ke depan, teknologi ini diproyeksikan tidak hanya meningkatkan efisiensi pertanian modern, tetapi juga mendukung praktik budidaya yang lebih ramah lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui pemanfaatan teknologi berbasis data.Kerjasama lintas negara dan lintas institusi seperti ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi pertanian masa depan Indonesia akan dibangun di atas fondasi kolaborasi global dan teknologi canggih. (top_x)Penulis: taufiq al mansur

Admin CAKRA
Optimalkan Kinerja Saat WFH, UPT PATPH Dinas Pertanian Jatim Perkuat Disiplin Pelaporan Aktivitas Harian
15 April 2026

Optimalkan Kinerja Saat WFH, UPT PATPH Dinas Pertanian Jatim Perkuat Disiplin Pelaporan Aktivitas Harian

Sidoarjo – Menindaklanjuti arahan Gubernur Jawa Timur terkait pelaksanaan tugas kedinasan di rumah (Work From Home/WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengembangan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (PATPH) memastikan roda organisasi tetap berjalan efektif. Pada Rabu (15/04), UPT PATPH menyelenggarakan serangkaian koordinasi internal secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting.Pelaksanaan rapat daring ini dibagi menjadi dua sesi strategis guna memastikan seluruh target program kerja tetap terpantau dan administrasi kepegawaian berjalan sesuai regulasi terbaru.Sesi I: Sosialisasi SKP dan Pemenuhan Beban Kerja ASNSesi pertama dipimpin langsung oleh Kepala UPT PATPH, Bapak Trias Ari Wicaksono. Dalam arahannya, beliau menekankan kewajiban setiap ASN (PNS, CPNS, dan PPPK) untuk memenuhi standar minimal 5,5 jam (330 menit) kerja produktif per hari atau setara dengan 112,5 jam per bulan. Pemenuhan target ini merupakan syarat utama dalam memperoleh TPP secara penuh yang rekapitulasinya terekam melalui menu aktivitas harian di Si-MASTER.Bapak Trias juga menginstruksikan percepatan pelaporan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) agar dilakukan maksimal akhir bulan guna menghindari sistem penguncian otomatis. Selama proses penyempurnaan aplikasi berlangsung, seluruh ASN diwajibkan tetap mencatat aktivitas harian (Work Performance Tracking/WPT) secara manual untuk kemudian diinput ke dalam sistem. Hal ini sesuai dengan nota dinas mengenai standarisasi kamus aktivitas yang mencakup detail tugas teknis dan administratif yang relevan dengan tupoksi masing-masing jabatan.Sesi II: Rapat Internal Seksi ProduksiMelanjutkan agenda, sesi kedua difokuskan pada teknis operasional oleh Seksi Produksi yang dipimpin oleh Bapak Taufiq Mansur selaku Kepala Seksi Produksi. Rapat ini membahas detail mengenai jadwal tanam, pengawasan benih, serta optimalisasi lahan di kebun-kebun milik UPT. Koordinasi ini bertujuan memastikan bahwa meskipun bekerja secara daring, pengawasan terhadap pengembangan agribisnis tanaman pangan dan hortikultura di lapangan tetap terjaga kualitasnya."Koordinasi internal Seksi Produksi sangat penting untuk memastikan pendampingan terhadap pengembangan agribisnis tanaman pangan dan hortikultura tetap terjaga kualitasnya, terutama dalam menghadapi dinamika lapangan saat ini," ujar Bapak Taufiq dalam sesi tersebut.Komitmen PelayananMelalui pemanfaatan teknologi informasi ini, UPT PATPH membuktikan bahwa kebijakan WFH bukan menjadi penghalang dalam bekerja. Dengan integritas dan kedisiplinan dalam pelaporan aktivitas harian, UPT PATPH berkomitmen terus mendukung terwujudnya Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional yang mandiri dan berkelanjutan.Tetap produktif di tengah WFH! 💻✨Hari ini UPT PATPH melaksanakan koordinasi daring yang dipimpin oleh Bapak Trias Ari Wicaksono (Kepala UPT) dan Bapak Taufiq Mansur (Kasi Produksi) guna memastikan seluruh program pengembangan agribisnis tetap on-track. Sesuai arahan Ibu Gubernur, kinerja ASN Jatim harus tetap optimal dalam kondisi apapun!#UPTPATPH #DispertaJatim #JatimCerdas #PertanianIndonesia #WFH

Humas
UPT PAPTPH Jawa Timur Optimalkan Sistem Monitoring Lahan dan SKP Pegawai untuk Peningkatan Produktivitas
15 April 2026

UPT PAPTPH Jawa Timur Optimalkan Sistem Monitoring Lahan dan SKP Pegawai untuk Peningkatan Produktivitas

Sidoarjo, 15 April 2026 – Dalam rangka meningkatkan efisiensi kerja dan transparansi laporan kegiatan, Unit Pelaksana Teknis Pengembangan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (UPT PAPTPH) Jawa Timur menggelar koordinasi internal yang melibatkan seluruh tim, termasuk Kepala UPT, Kasubag Tata Usaha, Kasie Pemasaran, dan Kasie Produksi. Rapat yang diselenggarakan dalam rangka Work From Home (WFH) ini fokus pada sosialisasi pengisian Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) dan implementasi sistem monitoring kegiatan produksi.Sistem Cakra untuk Dokumentasi Aktivitas LahanSalah satu keputusan strategis yang diambil adalah penguatan pencatatan aktivitas lahan melalui Sistem Cakra. Setiap aktivitas di blok-blok produksi 10 kebun yang tersebar di 5 wilayah Jawa Timur harus dicatat secara detail dan terstruktur untuk memudahkan pelaporan serta monitoring tanpa perlu komunikasi berkala atau pengiriman bukti foto manual."Dokumentasi yang proaktif di Sistem Cakra memungkinkan pimpinan untuk menjelaskan progres kegiatan kepada atasan dengan akurat berdasarkan fakta lapangan," ujar pimpinan UPT dalam rapat koordinasi tersebut.Kondisi Terkini dan Rencana TanamBerdasarkan laporan aktivitas lahan:Kebun Dau (Malang): Saat ini mengembangkan tanaman jagung manis dan tomat. Rencana penanaman bawang merah dan timun dijadwalkan pada akhir April 2026.Wilayah lainnya: Monitoring terus dilakukan untuk memastikan target produksi tercapai.Staf juga diminta untuk segera mengomunikasikan setiap kendala yang dihadapi.Kamus Aktivitas Kinerja Harian untuk SKPUntuk mendukung pengisian SKP yang akurat dan terukur, UPT PAPTPH sedang mengusulkan "Kamus Kegiatan Harian"dengan narasi bahasa pertanian yang universal, bukan spesifik per komoditas. Hal ini bertujuan agar laporan kinerja dapat dipahami secara konsisten oleh semua pihak.Ketentuan Waktu Kerja Produktif (WPT)Berikut ketentuan yang disepakati:Target rata-rata harian: 330 menit kerja produktifMaksimal input per hari: 660 menitContoh Alokasi Waktu AktivitasAktivitasPersiapan tanam30 menitProses tanam/perawatan tanaman300 menitEvaluasi dan rapat koordinasi (Zoom/forum)90 menitPembuatan laporan60 menitMorning briefing dan diskusi berkala30 menitData aktivitas dikumpulkan dalam format Excel melalui koordinator untuk diseragamkan narasinya menggunakan standar bahasa aktif yang telah ditetapkan, memastikan konsistensi pelaporan di seluruh tim.Evaluasi PAD dan Target ProduksiEvaluasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dilakukan menunjukkan bahwa realisasi PAD saat ini masih perlu ditingkatkan. Sejauh ini, pemasukan baru tercatat dari wilayah Dau dan Dlanggu yang telah melakukan setor, sementara Kebun Lebo masih menunggu laporan masuk."Penguatan dokumentasi dan monitoring akan membantu kami mengidentifikasi peluang peningkatan PAD dan produksi secara lebih akurat," tambah Kasie Produksi.Kesimpulan dan Tindak LanjutSosialisasi pengisian SKP dan aktivitas monitoring ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas kerja, transparansi laporan, dan akuntabilitas seluruh pegawai UPT PAPTPH Jawa Timur. Usulan kamus kegiatan harian akan segera diajukan ke Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan untuk proses pengesahan lebih lanjut.

Admin CAKRA
Transformasi Digital: UPT PATPH Perkuat Koneksi dengan Polije Melalui Monitoring Real-Time Aplikasi LENTERA
20 April 2026

Transformasi Digital: UPT PATPH Perkuat Koneksi dengan Polije Melalui Monitoring Real-Time Aplikasi LENTERA

SIDOARJO – UPT Pengembangan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (PATPH) terus memperkuat komitmennya dalam transformasi digital pelayanan publik. Hal ini ditegaskan saat menerima kunjungan Monitoring dan Evaluasi (Monev) dari Dosen Pembimbing Magang Politeknik Negeri Jember (Polije) di Kantor UPT PATPH Sidoarjo, Senin (20/04).Kegiatan yang berlangsung di kawasan Lebo, Sidoarjo ini menjadi ajang penting bagi instansi untuk menunjukkan bagaimana teknologi dapat memperpendek jarak antara dunia kerja dan akademisi melalui sistem monitoring yang terintegrasi.Koneksi Tanpa Batas: Feedback Instan Melalui Portal DosenKepala UPT PATPH, Bapak Trias Ari Wicaksono, secara langsung memperkenalkan portal terbaru pada aplikasi LENTERA (Laporan Entri Aktivitas Magang Terintegrasi). Fitur ini dirancang khusus untuk memberikan akses kepada Dosen Pembimbing agar dapat memantau aktivitas harian mahasiswa secara langsung (real-time)."Kami ingin memastikan bahwa setiap aktivitas mahasiswa di sini terdokumentasi dengan baik dan bisa langsung diketahui oleh pihak kampus. Dengan portal ini, Bapak dan Ibu Dosen bisa memberikan feedback atau arahan langsung terhadap logbook yang diinput mahasiswa. Inilah bentuk koneksi pelayanan publik yang kami bangun," jelas Bapak Trias Ari Wicaksono di hadapan tim Monev Polije.Strategi Unggulan Menuju Kovablik 2026Inovasi ini bukan sekadar alat bantu administratif, melainkan senjata utama UPT PATPH dalam menghadapi Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik). Bapak Trias menekankan bahwa transformasi digital dalam manajemen magang ini menjadi nilai tambah yang signifikan untuk menunjukkan birokrasi yang akuntabel dan efektif.Melalui LENTERA, integrasi data mahasiswa dari program studi Manajemen Agribisnis Polije kini tidak lagi dilakukan secara manual. Sistem ini memastikan:Transparansi penuh antara mahasiswa, mentor lapangan, dan dosen pembimbing.Akurasi data realisasi magang sebagai dasar penilaian.Efisiensi birokrasi dalam pelaporan administrasi magang.Apresiasi Sinergi DigitalPihak Dosen Pembimbing Polije memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif ini. Kemudahan akses menggunakan akun institusi kampus membuat pemantauan mahasiswa yang tersebar di lapangan menjadi jauh lebih terstruktur dan terukur.Dengan pertemuan ini, UPT PATPH Sidoarjo membuktikan bahwa pelayanan publik di sektor pertanian tidak hanya berfokus pada tanaman, tetapi juga pada pengembangan sumber daya manusia melalui tata kelola digital yang modern dan responsif.

Humas
Optimalkan Pelayanan Publik, UPT PATPH Sambut Dosen Monev Polije dengan Integrasi Digital LENTERA
20 April 2026

Optimalkan Pelayanan Publik, UPT PATPH Sambut Dosen Monev Polije dengan Integrasi Digital LENTERA

SIDOARJO – Komitmen UPT Pengembangan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (PATPH) dalam memberikan pelayanan prima tidak hanya ditujukan bagi petani, tetapi juga bagi mitra institusi pendidikan. Hal ini dibuktikan melalui penyambutan hangat dan profesional terhadap tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Politeknik Negeri Jember (Polije) pada Senin, 20 April 2026.Berlokasi di Kantor UPT PATPH Sidoarjo, Jl. Raya Lebo No. 48, kegiatan ini menjadi ajang pembuktian bahwa birokrasi di bawah Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur telah bertransformasi ke arah digital yang lebih transparan dan responsif.Pelayanan Responsif bagi Dosen PembimbingPenerimaan kunjungan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini difokuskan pada sinkronisasi data mahasiswa magang. Kepala UPT PATPH, Bapak Trias Ari Wicaksono, memimpin langsung diskusi yang berlangsung komunikatif di ruang pertemuan. Beliau menekankan bahwa kemudahan akses bagi dosen pembimbing adalah prioritas dalam rantai pelayanan pendidikan di UPT PATPH.Sebagai bentuk peningkatan layanan, UPT PATPH memperkenalkan portal khusus pada aplikasi LENTERA (Laporan Entri Aktivitas Magang Terintegrasi). Inovasi ini memungkinkan dosen pembimbing seperti Ibu Datik Lestari, S.P., M.Si. dan Ibu Linda Ekadewi Widyatami, S.P., M.P. untuk:Melakukan pemantauan jarak jauh secara real-time.Memberikan arahan langsung pada logbook digital mahasiswa.Memastikan capaian kompetensi magang berjalan sesuai kurikulum kampus.Sinergi untuk Mahasiswa AgribisnisKegiatan Monev ini melibatkan sejumlah mahasiswa program studi Manajemen Agribisnis Polije, di antaranya Avif Presinda Auliyah, M Faiq Murod, Maharani Putri Utami, Nadila Wahyu Ningrum, Nur Azizah Wulandari, Raditya Athaa' Aprilian, dan Yesi Vidya Sari."Kami memberikan fasilitas terbaik, baik dari segi teknis di lapangan maupun kemudahan administratif digital melalui LENTERA. Tujuannya agar para dosen pembimbing mendapatkan data yang akurat tanpa perlu birokrasi yang berbelit," ujar Bapak Trias Ari Wicaksono.Digitalisasi Sebagai Poin Plus di KovablikKemudahan pelayanan terhadap dosen pembimbing ini menjadi salah satu indikator kuat yang akan dibawa UPT PATPH menuju Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik). Transformasi digital yang menghubungkan instansi pemerintah dengan perguruan tinggi melalui feedback instan dinilai sebagai lompatan besar dalam pelayanan publik sektor pertanian.Pertemuan diakhiri dengan sesi foto bersama di depan kantor UPT PATPH Sidoarjo, menunjukkan sinergi yang kuat antara praktisi lapangan dan akademisi untuk mencetak tenaga profesional di bidang agribisnis.

Humas
Lebih dari Sekadar Budidaya: Kasi Produksi UPT PATPH Bekali Mahasiswa Magang Strategi Menghadapi Persaingan Global
21 April 2026

Lebih dari Sekadar Budidaya: Kasi Produksi UPT PATPH Bekali Mahasiswa Magang Strategi Menghadapi Persaingan Global

SIDOARJO – Suasana berbeda tampak di Greenhouse 2006 UPT PATPH Sidoarjo pada Selasa (21/04). Di tengah hamparan lebih dari 4.000 tanaman Melon Golden Langkawi yang sedang dalam masa perawatan intensif, para mahasiswa magang mendapatkan sesi Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang sarat akan ilmu dan motivasi dari Kasi Produksi UPT PATPH, Bapak Taufiq Mansur.Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada evaluasi teknis budidaya di lapangan, tetapi juga menjadi ajang sharing pengalaman dan strategi untuk menjadi lulusan yang unggul di era kompetisi global.Membangun Kompetensi di Balik Manisnya Melon GoldenSambil memantau populasi tanaman melon yang tumbuh subur, Bapak Taufiq Mansur memberikan arahan mengenai pentingnya ketelitian dalam kegiatan rutin di lapangan. Namun, beliau menekankan bahwa magang bukan sekadar menjalankan tugas teknis, melainkan kesempatan emas untuk membuka relasi dan memperkaya pengalaman kerja nyata."Era sekarang persaingannya semakin berat. Mahasiswa tidak boleh hanya aktif secara akademik, tetapi harus bisa memanfaatkan momen magang ini untuk membangun jaringan (networking) dan melihat bagaimana dunia kerja profesional beroperasi," ujar Bapak Taufiq di hadapan para mahasiswa.Investasi pada Soft Skills: Bahasa Inggris dan Public SpeakingDalam sesi diskusi yang hangat, Bapak Taufiq juga berbagi kisah sukses semasa kuliahnya. Beliau memberikan tips khusus agar mahasiswa dapat menjadi figur yang unggul. Dua poin utama yang beliau garis bawahi adalah penguasaan Bahasa Inggris dan kemampuan Public Speaking.Menurut beliau, kemampuan berkomunikasi dan penguasaan bahasa internasional adalah kunci utama untuk menembus batas persaingan di masa depan. Beliau mendorong mahasiswa untuk tidak cepat berpuas diri dengan gelar sarjana nantinya.Dorongan Upgrade Kompetensi ke Luar NegeriSebagai penutup arahan yang inspiratif, Bapak Taufiq Mansur menyarankan para mahasiswa untuk memiliki visi besar, termasuk melanjutkan studi S2 ke luar negeri. Hal ini dinilai penting untuk meng-upgrade kompetensi dan memperluas cakrawala berpikir mahasiswa agribisnis Indonesia agar mampu membawa inovasi baru di tanah air."Jangan takut bermimpi besar. Upgrade diri kalian setinggi mungkin. Manfaatkan setiap detik di UPT PATPH ini untuk belajar, bertanya, dan mencari pengalaman sebanyak-banyaknya," pungkasnya.Kegiatan monev di Greenhouse 2006 ini meninggalkan kesan mendalam bagi para mahasiswa, memberikan gambaran nyata bahwa untuk sukses di sektor agribisnis, diperlukan kombinasi antara keahlian teknis lapangan yang mumpuni dan soft skills yang kuat.

Humas
Perkuat Sinergi, UPT PATPH Terima Kunjungan Monitoring Mahasiswa MBKM dari Universitas Trunojoyo Madura
16 April 2026

Perkuat Sinergi, UPT PATPH Terima Kunjungan Monitoring Mahasiswa MBKM dari Universitas Trunojoyo Madura

SIDOARJO – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengembangan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (PATPH) menerima kunjungan resmi dari dosen pembimbing lapangan Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Kamis (16/04/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) terhadap mahasiswa Program Studi Agribisnis yang sedang menjalankan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Industri.Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, pihak UPT PATPH bersama perwakilan dosen UTM, Sri Ratna Triyasari, S.P., M.P. dan Ananda Farkhuliatul Fatikha, A.Md., membahas perkembangan kegiatan teknis yang telah dilakukan mahasiswa selama berada di lapangan.Belajar Agribisnis dari Hulu ke HilirMahasiswa magang di UPT PATPH tidak hanya belajar teori, tetapi diterjunkan langsung untuk memahami proses agribisnis secara menyeluruh. Fokus utama pembelajaran meliputi:Budidaya & Produksi: Mulai dari persiapan lahan hingga manajemen pemeliharaan tanaman.Panen & Pasca Panen: Teknik penanganan hasil tani agar memiliki nilai jual tinggi.Teknik Perbanyakan Tanaman: Pembekalan keterampilan grafting, mencangkok, stek, hingga okulasi.Hilirisasi & Promosi: Pengolahan hasil pertanian, pengembangan konsep agrowisata, hingga pembuatan konten kreatif berupa video dan leaflet sebagai sarana edukasi publik.Mencetak Wirausaha Muda PertanianKepala UPT PATPH menekankan bahwa tujuan akhir dari magang ini adalah kemandirian mahasiswa. Diharapkan, setelah menyelesaikan masa studinya, para mahasiswa tidak hanya mencari kerja, tetapi mampu membuka lapangan pekerjaan baru di sektor pertanian berbekal ilmu teknis dan manajerial yang didapat selama magang.Rencana Presentasi Akhir dan MoUSebagai penutup rangkaian program magang, para mahasiswa dijadwalkan akan mempresentasikan laporan hasil kegiatan mereka di hadapan tim penguji dan staf ahli UPT PATPH. Presentasi ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana penyerapan ilmu dan inovasi yang bisa ditawarkan mahasiswa untuk kemajuan unit.Selain itu, kunjungan ini juga menjadi langkah awal yang serius bagi kedua belah pihak untuk meresmikan kerja sama strategis. Dalam waktu dekat, akan dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara UPT PATPH dan Universitas Trunojoyo Madura guna memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. #PertanianJatim #UPTPATPH #UniversitasTrunojoyo #MagangMBKM #Agribisnis #InovasiPertanian

Humas
Pelayanan Prima UPT PATPH Sambut Monev Dosen UNESA dan Siapkan Transparansi Penilaian Magang
21 Mei 2026

Pelayanan Prima UPT PATPH Sambut Monev Dosen UNESA dan Siapkan Transparansi Penilaian Magang

SIDOARJO – UPT Pengembangan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (PATPH) Jawa Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan publik yang responsif, transparan, dan akuntabel kepada mitra akademis. Hal ini terlihat saat Kepala UPT PATPH, Bapak Trias Ari Wicaksono, SE, MM, menerima langsung kunjungan Monitoring dan Evaluasi (Monev) dari Dosen Pembimbing Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Prof. Dr. Yuni Sri Rahayu, M.Si, pada Kamis (21/05) pukul 08.00 WIB.Pertemuan yang berlangsung hangat di ruang rapat utama Kantor UPT PATPH Sidoarjo ini menjadi bagian dari komitmen instansi dalam memfasilitasi kebutuhan administrasi dan evaluasi akademik perguruan tinggi secara profesional.Kolaborasi Penilaian dan Koreksi Laporan AkhirKunjungan Monev kali ini berfokus pada peninjauan progres serta persiapan akhir bagi tiga mahasiswa magang asal UNESA, yaitu Ilham, Dwi, dan Anyelir, yang dijadwalkan akan menyelesaikan masa bakti magangnya pada 9 Juni 2026 mendatang.Dalam diskusi tersebut, Prof. Dr. Yuni Sri Rahayu, M.Si menyampaikan agenda penting terkait koordinasi penilaian objektif serta teknis koreksi laporan akhir mahasiswa. Pihak UNESA mengapresiasi keterbukaan, fasilitas, dan asistensi intensif yang diberikan oleh mentor lapangan serta jajaran struktural UPT PATPH dalam membimbing mahasiswa hingga mampu menyusun draf laporan yang bermutu dan berbasis data riil lapangan.Bapak Trias Ari Wicaksono, SE, MM menegaskan bahwa pelayanan terhadap instansi mitra merupakan prioritas utama. "Bagi kami di UPT PATPH, melayani dosen pembimbing dengan menyediakan data dan laporan aktivitas mahasiswa yang valid adalah kewajiban pelayanan publik. Kami berkomitmen mendukung penuh proses koreksi dan penilaian ini agar capaian kompetensi Ilham, Dwi, dan Anyelir selama di sini benar-benar terukur dengan baik dan objektif," ungkap beliau.Sinkronisasi Data DigitalPelayanan prima ini juga didukung penuh oleh integrasi pelaporan yang akurat melalui sistem monitoring internal. Rekaman data harian aktivitas mahasiswa selama di kebun dan fasilitas perbenihan menjadi acuan utama yang sangat memudahkan dosen pembimbing dalam memverifikasi kesesuaian antara praktik kerja nyata dengan target kurikulum universitas.Melalui sinergi yang kuat antara UPT PATPH dan UNESA ini, diharapkan para mahasiswa tidak hanya menyelesaikan program magang dengan nilai yang memuaskan, tetapi juga membawa bekal keterampilan esensial dan etos kerja profesional yang siap diterapkan di dunia kerja agribisnis global.

Humas
Misi Dagang Jatim-Sulut 2026 Catatkan Transaksi Rp1,88 Triliun: Sektor Pertanian Buka Gerbang Peluang Baru di Timur Nusantara
4 Juni 2026

Misi Dagang Jatim-Sulut 2026 Catatkan Transaksi Rp1,88 Triliun: Sektor Pertanian Buka Gerbang Peluang Baru di Timur Nusantara

MANADO, puspalebo.id — Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menorehkan capaian gemilang dalam memperluas jangkauan pasar dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui gelaran Misi Dagang dan Investasi 2026. Dalam kegiatan yang berlangsung di Kota Manado, Sulawesi Utara, pada hari Rabu s/d Jumat, 3 s/d 5 Juni 2026 tersebut, Jawa Timur sukses membukukan total komitmen transaksi fantastis sebesar Rp1.887.813.970.000. Misi dagang yang dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat konektivitas perdagangan, memperluas jejaring bisnis, serta membuka keran investasi antardaerah, khususnya di wilayah Indonesia Timur.Sektor agraris menjadi salah satu pilar utama yang unjuk gigi dalam misi dagang kali ini. Mengawal langsung potensi besar tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Dr. Ir. Heru Suseno, MT, hadir membawa deretan produk pertanian unggulan berkualitas tinggi kebanggaan Bumi Majapahit. Turut mendampingi rombongan dari Provinsi Jawa Timur, yaitu Kepala UPT Pengembangan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (PATPH) Provinsi Jawa Timur, Trias Ari Wicaksono, SE, MM, serta Kepala Seksi Produksi UPT PATPH Provinsi Jawa Timur, Taufiq Mansur, STP, MM. Kehadiran para pemangku kebijakan agribisnis ini membawa misi penting untuk memastikan produk turunan dan hasil panen petani Jawa Timur mendapatkan akses pasar yang lebih luas di Indonesia Timur, yang sekaligus akan memperkuat rantai pasok silang antarprovinsi dan berdampak langsung pada stabilitas harga komoditas serta peningkatan kesejahteraan para petani di daerah.Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menyampaikan rasa syukurnya atas tingginya antusiasme dan capaian transaksi yang melibatkan 58 pelaku usaha dari Jawa Timur tersebut. Beliau menjelaskan bahwa total komitmen transaksi yang mencapai Rp1,887 triliun tersebut terdiri dari transaksi jual sebesar Rp1,697 triliun dan transaksi beli sebesar Rp189,989 miliar. Capaian ini menjadi bukti kuat bahwa hubungan perdagangan antara Jawa Timur dan Sulawesi Utara berlangsung dengan prinsip yang saling menguntungkan serta saling melengkapi demi kemajuan bersama.Dalam interaksi dagang tersebut, Jawa Timur memasok berbagai komoditas utama ke Sulawesi Utara, mulai dari daging sapi dan ayam, karkas ayam dan bebek, pakan ikan dan udang, susu, rokok, produk batik, hingga jagung serta mesin alat pertanian. Sebaliknya, Jawa Timur juga membeli berbagai komoditas unggulan hasil bumi dari Sulawesi Utara, seperti ikan tuna, ikan tongkol, ikan cakalang, ikan layang, deho atau tuna kemasan kaleng, cengkeh, arang batok kelapa, hingga produk kerajinan tangan lokal berupa tempat tisu dan gantungan kunci. Kemitraan ini mencerminkan bagaimana kedua daerah dapat berkolaborasi secara nyata untuk memenuhi kebutuhan pasar masing-masing secara berkesinambungan.Hubungan dagang kedua provinsi ini sebenarnya telah terjalin erat sejak pelaksanaan Misi Dagang dan Investasi di Manado pada Agustus 2022 yang kala itu mencatatkan transaksi sebesar Rp158,98 miliar. Dalam kurun waktu empat tahun, terjadi lonjakan nilai kerja sama yang sangat signifikan, yang didorong oleh pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang terus positif. Pada Triwulan I Tahun 2026, ekonomi Jawa Timur tercatat tumbuh sebesar 5,96 persen secara tahunan, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,61 persen. Nilai surplus perdagangan Jawa Timur yang kuat sepanjang tahun sebelumnya juga menjadi modal utama dalam membangun kedekatan bisnis ini.Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara pun menyambut hangat sinergi ini melalui Wakil Gubernur Sulawesi Utara, J. Victor Mailangkay. Beliau mengapresiasi komitmen besar Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang konsisten menggandeng pelaku usaha dan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian bangsa, serta memfasilitasi komunikasi bisnis yang produktif. Melalui terbukanya gerbang peluang baru di Timur Nusantara ini, sinergi Jawa Timur dan Sulawesi Utara diharapkan mampu terus memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus memantapkan posisi Jawa Timur sebagai pusat gravitasi perdagangan yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.

Admin CAKRA
Sinergi UPT PATPH dan POPT Sidoarjo: Optimalkan Pengendalian Hama dan Produktivitas di Tiga Kebun Unggulan
8 Mei 2026

Sinergi UPT PATPH dan POPT Sidoarjo: Optimalkan Pengendalian Hama dan Produktivitas di Tiga Kebun Unggulan

SIDOARJO – UPT Pengembangan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (PATPH) Sidoarjo melakukan langkah proaktif dalam menjaga kualitas komoditas pertanian melalui kegiatan Pengamatan Lapang, Rabu (07/05). Kegiatan ini dilaksanakan di tiga titik kebun strategis bersama Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) tingkat Kabupaten Sidoarjo, Ibu Ristina Dwi Yuliansari, S.P.Turut mendampingi dalam peninjauan tersebut, Kepala Seksi Produksi UPT PATPH, Bapak Taufiq Mansur, S.TP, M.M, guna memastikan setiap rekomendasi teknis dapat segera diimplementasikan oleh para petugas lapangan.Hasil Pengamatan dan Rekomendasi TeknisBerdasarkan hasil pengamatan mendalam di lapangan, tim POPT mengeluarkan sejumlah rekomendasi strategis guna memitigasi risiko serangan hama dan meningkatkan produktivitas di masing-masing lokasi:1. Kebun Cemengkalang: Fokus Proteksi PadiUntuk mengamankan fase generatif tanaman padi, direkomendasikan langkah-langkah berikut:Pemasangan Jaring: Segera dilakukan pengamanan dengan jaring untuk mengantisipasi serangan hama burung.Pengendalian Hama: Penanganan intensif terhadap serangan Penggerek Batang dan penghisap malai padi.Nutrisi Tanaman: Penambahan pupuk daun (Gandasil B) untuk memperkuat struktur batang tanaman agar lebih kokoh dan tidak mudah rebah menjelang panen.2. Kebun Lebo Timur: Persiapan GreenhouseMenjelang musim tanam baru, area Lebo Timur fokus pada aspek sterilisasi:Sanitasi Lahan: Pembersihan area secara menyeluruh untuk memutus rantai populasi hama tikus.Fumigasi: Melakukan fumigasi pada unit Greenhouse sebagai langkah persiapan sebelum penanaman bibit Melon Golden Langkawi.3. Kebun Lebo Barat: Manajemen Hama Terpadu (PHT)Fokus pada tanaman hortikultura dan palawija dengan pendekatan ramah lingkungan:Tanaman Jagung Pulut: Pembersihan lahan untuk menjaga tanaman dari serangan ulat grayak (Spodoptera frugiperda).Tanaman Bawang: Sanitasi rumput di sekitar tanaman guna menjaga produktivitas dan kebersihan lingkungan tumbuh.Refugia: Penanaman tanaman refugia sebagai penyedia mikrohabitat bagi musuh alami dalam sistem pengendalian hama terpadu.Komitmen Pelayanan Publik yang AkuntabelKepala Seksi Produksi, Bapak Taufiq Mansur, menegaskan bahwa hasil kunjungan lapangan ini akan segera ditindaklanjuti secara teknis. "Kolaborasi dengan POPT Kabupaten sangat krusial bagi kami. Rekomendasi ini akan langsung masuk dalam pelaporan harian melalui sistem LENTERA agar progres penanganannya dapat terpantau secara transparan dan terukur," ungkap beliau.Dengan adanya pengamatan rutin ini, UPT PATPH Sidoarjo terus berkomitmen menjadi pusat pengembangan agribisnis yang unggul, mampu menghasilkan komoditas berkualitas tinggi, serta tangguh terhadap tantangan serangan hama dan penyakit tanaman.Penulis: Admin Website UPT PATPH Lokasi: Sidoarjo, Jawa Timur Waktu: 06 Mei 2026

Humas
Matangkan Persiapan Kompetisi Inovasi, Kepala UPT PATPH Pimpin Langsung Rakor Tim Kovablik
7 April 2026

Matangkan Persiapan Kompetisi Inovasi, Kepala UPT PATPH Pimpin Langsung Rakor Tim Kovablik

SIDOARJO – Menindaklanjuti arahan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur terkait Evaluasi Inovasi Pelayanan Publik , unit pelaksana teknis (UPT) Pengembangan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (PATPH) bergerak cepat dengan menggelar rapat koordinasi persiapan kegiatan Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik).Rapat yang berlangsung pada Selasa, 7 April 2026 ini dipimpin langsung oleh Kepala UPT PATPH dan dihadiri oleh jajaran struktural, mulai dari Kepala Seksi Produksi, Kepala Seksi Pemasaran, hingga Kepala Tata Usaha. Koordinasi ini merupakan langkah konkret dalam memenuhi kewajiban setiap unit kerja untuk mengirimkan minimal satu draf proposal inovasi pelayanan publik.Fokus pada Keterbukaan Informasi PublikDalam pertemuan tersebut, tim menyepakati untuk mengangkat inovasi yang memanfaatkan teknologi berbasis website. Konsep ini bertujuan untuk memperkuat keterbukaan informasi publik, sehingga masyarakat dan stakeholder pertanian dapat mengakses data serta layanan UPT dengan lebih mudah dan transparan.Selain membahas konsep, agenda utama rapat ini meliputi:Penunjukan Tim Kovablik: Pembentukan tim khusus yang akan bertanggung jawab penuh dalam penyusunan dan pengawalan proposal inovasi.Bedah Materi Inovasi: Mendiskusikan detail fitur dan fungsionalitas teknologi website yang akan diusulkan agar sesuai dengan indikator penilaian.Mengejar Tenggat WaktuKegiatan ini mengacu pada Nota Dinas Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Nomor: 800/1848/110.11/2026 tertanggal 31 Maret 2026. Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, batas akhir pengiriman draf proposal inovasi adalah pada Rabu, 15 April 2026.Dengan sisa waktu yang ada, tim UPT PATPH berkomitmen untuk segera menyelesaikan draf proposal agar dapat mengikuti tahap seleksi administrasi yang dijadwalkan pada 16-24 April mendatang. Harapannya, inovasi berbasis teknologi digital ini tidak hanya sukses dalam kompetisi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan publik di sektor pertanian Jawa Timur.

Admin CAKRA
Pejabat Fungsional Ahli Utama Pemprov Jawa Timur Lakukan Studi Banding Budidaya Melon Screen House di Puspalebo
21 Mei 2026

Pejabat Fungsional Ahli Utama Pemprov Jawa Timur Lakukan Studi Banding Budidaya Melon Screen House di Puspalebo

UPT Pengembangan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura Jawa Timur (Puspalebo) menerima kunjungan kerja dan studi banding pada Rabu, 21 Mei 2025. Kunjungan ini dihadiri oleh lima pejabat fungsional dari lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, terdiri dari empat Pejabat Fungsional Pustakawan Ahli Utama, yaitu Drs. Abimanyu Poncoatmojo Iswinarno, MM; Drs. Supratomo, M.Si.; Soekaryo, S.H., M.M.; dan Jempin Marbun, S.H., M.H., serta satu Pejabat Fungsional Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah (PPUPD) Ahli Utama, Dr. Drs. Helmy Perdana Putra, M.Si., CGCAE.Kegiatan ini berfokus pada diskusi dan studi banding seputar pengembangan budidaya melon dalam screen house. Para tamu mendapat pemaparan menyeluruh mengenai teknis budidaya melon, mulai dari persiapan media tanam, sistem irigasi tetes, pengendalian hama terpadu, hingga manajemen pemeliharaan tanaman agar menghasilkan buah berkualitas premium yang sesuai dengan permintaan pasar.Tim teknis Puspalebo juga memaparkan Standar Operasional Prosedur (SOP) budidaya melon yang telah dikembangkan dan diterapkan di unit ini. SOP tersebut mencakup seluruh tahapan, mulai dari seleksi benih, penyemaian, penanaman, pemupukan berbasis analisis tanah, hingga pemanenan dan penanganan pascapanen yang berorientasi pada standar mutu pasar modern.Sesi diskusi juga membahas tren ekonomi budidaya melon premium ke depan. Melon screen house saat ini menunjukkan prospek yang menjanjikan seiring meningkatnya permintaan pasar terhadap buah berkualitas tinggi yang diproduksi secara higienis dan terstandar. Segmen pasar swalayan modern, perhotelan, dan peluang ekspor menjadi topik yang dibahas secara intensif dalam sesi tanya jawab bersama para tamu.Kunjungan ini diharapkan dapat memperluas wawasan lintas sektor tentang potensi pertanian modern berbasis teknologi screen house, sekaligus mendukung pengembangan literasi agribisnis di Jawa Timur.Puspalebo sebagai UPT di bawah Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur terus membuka pintu bagi kunjungan studi banding dari berbagai instansi, dalam rangka mendorong diseminasi pengetahuan agribisnis dan memperkuat sinergi lintas perangkat daerah di Jawa Timur.Melon Screen House; Studi Banding; Agribisnis; Jawa Timur; Hortikultura; SOP Budidaya; Pemprov Jawa Timur

Admin CAKRA
UPT PATPH Jawa Timur Maksimalkan Inovasi Si BROW Melalui Koordinasi Daring Selama WFH
6 Mei 2026

UPT PATPH Jawa Timur Maksimalkan Inovasi Si BROW Melalui Koordinasi Daring Selama WFH

Transformasi fisik dan digital Si BROW tetap berjalan optimal meski staf bekerja dari rumah.Sidoarjo, Jawa Timur – Meski staf UPT Pengembangan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (PATPH) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur bekerja dari rumah, koordinasi dan inovasi tetap berjalan produktif. Melalui pertemuan daring Zoom, seluruh staf UPT PATPH melakukan evaluasi mingguan, perencanaan strategis, serta persiapan pengembangan Si BROW (Seedling Brownies), media tanam persemaian padat berbasis lima bahan organik pilihan.Si BROW merupakan inovasi media tanam padat yang dirancang dari tanah bawah rumpun bambu, cocopeat, pupuk organik, Trichoderma, dan PGPR. Media ini padat, berwarna cokelat menyerupai kue brownies, dan memiliki khasiat optimal untuk pertumbuhan bibit. “Inovasi ini bukan hanya soal mengubah fisik media tanam menjadi lebih ringkas, tetapi memberikan nutrisi terbaik sejak fase awal kehidupan tanaman,” ungkap salah satu koordinator dalam pertemuan daring. Penggunaan lima bahan aktif ini memastikan bibit tumbuh lebih sehat, kuat, dan memiliki sistem perakaran kokoh sebelum dipindahkan ke lahan.Digitalisasi dan Pembelajaran InteraktifDalam sesi daring, tim membahas transformasi digital Si BROW melalui portal Puspalebo Academy. Portal ini akan menampilkan video pembelajaran komprehensif mengenai pembuatan dan penerapan Si BROW, memungkinkan petani, akademisi, dan masyarakat umum mengakses ilmu secara fleksibel.Fitur unggulan portal, Kalkulator Interaktif Hitung Kebutuhan Bahan, memungkinkan pengguna menghitung estimasi bahan yang dibutuhkan secara otomatis sesuai target bibit. Sistem menampilkan kebutuhan tanah bawah bambu, cocopeat, pupuk organik, Trichoderma, dan PGPR, sehingga meminimalkan pemborosan bahan dan meningkatkan efisiensi biaya produksi.Persiapan KOVABLIK 2026 dan Strategi Berbasis DataPertemuan daring juga menjadi ajang persiapan Si BROW menghadapi Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KOVABLIK) 2026. Tim menekankan pentingnya Monitoring dan Evaluasi (Monev) berbasis indikator jelas: kesiapan SDM dan anggaran (Input), tahapan pelaksanaan terukur (Proses), keberhasilan produksi media tanam stabil (Output), serta manfaat nyata bagi peningkatan kualitas agribisnis (Outcome).Pimpinan rapat menegaskan, “Meskipun WFH, inovasi ini tetap produktif. Fokus kami adalah memastikan bahwa inovasi Si BROW memberikan manfaat nyata dan dirasakan secara langsung oleh masyarakat luas.” Integrasi inovasi fisik dan digital ini diharapkan menjadikan Si BROW kontestan kuat sekaligus tonggak baru agribisnis berkelanjutan di Jawa Timur.Sinergi dan KeberlanjutanKolaborasi daring antar staf berlangsung solid dan dinamis, membahas tantangan teknis lapangan hingga konten video pembelajaran. Kegiatan WFH ini membuktikan bahwa efisiensi birokrasi dan pelayanan publik dapat tetap optimal melalui teknologi. Dengan inovasi Si BROW, UPT PATPH Jawa Timur terus memodernisasi persemaian tanaman pangan dan hortikultura, mendukung ketahanan pangan berbasis keberlanjutan dan digitalisasi.

Admin CAKRA
Peringati Hari Kartini, Keluarga Besar UPT PATPH Sidoarjo Kompak Kenakan Busana Khas Jawa Timur
21 April 2026

Peringati Hari Kartini, Keluarga Besar UPT PATPH Sidoarjo Kompak Kenakan Busana Khas Jawa Timur

SIDOARJO – Nuansa budaya menyelimuti Kantor UPT Pengembangan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (PATPH) Sidoarjo pada Selasa (21/04). Dalam rangka memperingati Hari Kartini tahun 2026, Kepala UPT bersama seluruh staf tampil beda dengan mengenakan pakaian khas Jawa Timur.Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam menjunjung tinggi emansipasi wanita, sekaligus upaya melestarikan kekayaan budaya nusantara di lingkungan kerja pemerintahan.Simbol Semangat Perjuangan dalam PelayananKepala UPT PATPH, Bapak Trias Ari Wicaksono, memberikan pengarahan khusus di kantor dengan mengenakan busana Pesa'an lengkap dengan udeng khas Jawa Timuran. Begitu pula dengan staf pria lainnya yang tampak gagah dengan pakaian adat senada, sementara staf wanita tampil anggun mengenakan kebaya."Penggunaan pakaian adat ini bukan sekadar seremonial. Kami ingin membawa semangat perjuangan Kartini ke dalam pelayanan publik yang kami berikan. Semangat kegigihan, kesetaraan, dan inovasi harus terus tumbuh di hati seluruh pegawai UPT PATPH," ujar Bapak Trias saat memberikan arahan kepada seluruh staf.Menjaga Tradisi di Tengah Modernitas DigitalMeski mengenakan pakaian tradisional, aktivitas pelayanan dan teknis di UPT PATPH tetap berjalan maksimal. Hal ini menunjukkan bahwa modernitas, seperti transformasi digital melalui aplikasi LENTERA yang sedang diusung, tetap bisa berjalan selaras dengan nilai-nilai tradisi dan budaya.Peringatan Hari Kartini tahun ini juga menjadi momentum bagi UPT PATPH untuk mengapresiasi peran besar para pegawai perempuan yang berkontribusi aktif, baik di laboratorium, kantor administrasi, hingga pendampingan di lapangan seperti di Greenhouse.Sinergi dan KebersamaanKegiatan ditutup dengan sesi foto bersama di depan Kantor UPT PATPH Sidoarjo. Keceriaan terpancar dari seluruh staf yang seragam mengenakan busana adat, menciptakan suasana kerja yang lebih harmonis dan penuh kekeluargaan.Dengan semangat Kartini, UPT PATPH Sidoarjo berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan publik yang inklusif dan inovatif demi kemajuan agribisnis di Jawa Timur.

Humas
MEMBACA TANAH KEBUN DAU: Sinergi Akademis dan Lapangan Ungkap Anatomi Kesuburan Lahan UPT PATPH
18 Agustus 2026

MEMBACA TANAH KEBUN DAU: Sinergi Akademis dan Lapangan Ungkap Anatomi Kesuburan Lahan UPT PATPH

MALANG — Di balik hamparan tanaman bunga kol yang tumbuh hijau di Kebun Produksi Dau, Malang, tersimpan cerita panjang mengenai dinamika kesuburan dan karakteristik lahan yang selama ini tak kasatmata. Memahami tanah bukan sekadar melihat permukaan yang tenang, melainkan membaca arsip hidup yang tersusun dalam lapisan demi lapisan. Merespons kebutuhan akan tata kelola pertanian berbasis data yang presisi, UPT Pengembangan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (PATPH) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur menggelar pengamatan profil tanah (pedon) di Kebun Dau. Kegiatan ini dilaksanakan melalui kolaborasi dan sinergi magang bersama mahasiswa Jurusan Tanah Universitas Brawijaya (UB) Malang serta Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Jawa Timur.Potret Karakteristik Lahan: Antara Potensi Vulkanik dan Tantangan KeasamanPengamatan profil tanah dilakukan pada sebidang lahan tegalan datar (kemiringan 0–3%) di ketinggian sekitar 600 meter di atas permukaan laut. Berdasarkan hasil analisis morfologi, tanah Kebun Dau terbentuk dari bahan induk vulkanik seperti breksi gunungapi, tuf, lava, aglomerat, dan lahar. Dalam sistem klasifikasi internasional (USDA), tanah ini tergolong Humic Dystrudepts, sedangkan dalam Klasifikasi Tanah Nasional (KTN) dikenal sebagai Kambisol Distrik. Karakteristik ini menandakan bahwa tanah telah mengalami perkembangan lapisan yang jelas, namun memiliki kesuburan alami yang terbatas dan cenderung masam dengan tingkat pH berkisar antara 4 hingga 5. Meski memiliki tata air, drainase, dan permeabilitas pada kelas sedang serta tingkat erosi permukaan yang tergolong ringan, sifat keasaman tinggi ini menjadi faktor pembatas utama yang kerap memengaruhi ketersediaan unsur hara bagi tanaman.Cerita Lapis demi Lapis: Dari Cokelat Dark Hingga Liat PadatMelalui pembedahan profil tanah secara cermat bersama mahasiswa magang, terungkap struktur anatomi lapisan tanah Kebun Dau dari atas ke bawah:Horizon Ap (Kedalaman 0–12 cm): Lapisan permukaan berwarna cokelat sangat gelap bertekstur liat berpasir. Lapisan ini sangat kaya akan pori-pori dan aktivitas akar, menjadikannya zona utama yang paling aktif menopang pertumbuhan awal tanaman.Horizon AB (Kedalaman 12–65 cm): Merupakan zona peralihan yang masih berwarna gelap bertekstur liat berpasir, namun jumlah pori dan perambatan akar mulai berkurang.Horizon Bw2 hingga Bw5 (Kedalaman 65–>144 cm): Memasuki lapisan bawah, tekstur tanah berubah menjadi liat dengan sifat sangat teguh, lekat, dan plastis. Pada kedalaman ini, tanah kian padat dan masam sehingga membatasi ruang jelajah akar tanaman.Pesannya jelas, tanpa analisis kedalaman profil tanah, permukaan yang tampak subur dapat mengecoh strategi pengelolaan. Pemadatan dan keasaman di lapisan bawah merupakan tantangan nyata yang harus diantisipasi dalam jangka panjang.Dari Data Lapangan Menuju Kebijakan StrategisKepala Seksi Produksi UPT PATPH Jawa Timur, Taufiq Mansur, S.TP., M.M., menegaskan bahwa data pedon hasil pengamatan ini tidak berhenti sebagai dokumen teknis belaka. Informasi ini menjadi aset pengetahuan strategis bagi UPT PATPH dalam menyusun arah kebijakan pertanian yang berkelanjutan, meliputi:Memahami Daya Dukung Lahan: Mengetahui batas kedalaman efektif akar untuk menentukan teknik pengolahan tanah dan komoditas yang tepat.Formulasi Pemupukan Presisi: Menggantikan kebiasaan lama dengan pendekatan ilmiah berbasis data pH untuk menetapkan pemupukan dan penanganan tanah masam yang lebih efektif.Efisiensi Perencanaan Budidaya: Meminimalkan risiko kegagalan panen dengan mengarahkan komoditas sesuai dengan potensi dan batas toleransi lahan.Keberlanjutan Fungsi Tanah: Menjaga kesehatan ekosistem tanah agar tidak mengalami penurunan kualitas akibat pemaksaan produksi yang berlebihan.Sinergi Vokasi dan Edukasi LapanganKegiatan yang melibatkan mahasiswa magang dari UB Malang dan UPN "Veteran" Jatim ini juga menjadi wujud nyata sinergi antara dunia akademis dan praktisi birokrasi pertanian. Selain memberikan pengalaman merdeka belajar berbasis sains lapangan bagi mahasiswa, keterlibatan riset perguruan tinggi ini memperkuat validitas data ilmiah yang dibutuhkan instansi pemerintah. Membaca tanah secara jujur adalah fondasi utama menuju pertanian yang cerdas, terukur, dan berkelanjutan. Dengan memahami sifat dasar lahan Kebun Dau, UPT PATPH Jawa Timur terus berkomitmen menghadirkan rekomendasi teknis dan pengelolaan agribisnis yang kokoh demi masa depan kedaulatan pangan.Penulis: Taufiq Mansur, S.TP., M.M. Jabatan: Kepala Seksi Produksi, UPT PATPH Jawa Timur Website:https://almansur.puspalebo.id

Admin CAKRA
Tingkatkan Kompetensi Teknis, UPT PATPH Dinas Pertanian Jatim Lakukan Studi Visit Penerapan Agen Hayati dan Budidaya Bawang Merah di P4S Tani Makmur Pasuruan
15 Juli 2026

Tingkatkan Kompetensi Teknis, UPT PATPH Dinas Pertanian Jatim Lakukan Studi Visit Penerapan Agen Hayati dan Budidaya Bawang Merah di P4S Tani Makmur Pasuruan

PASURUAN, 6 Juli 2026 – Dalam upaya memperkuat kapasitas teknis aparatur sekaligus mendorong penerapan teknologi pertanian ramah lingkungan, Unit Pelaksana Teknis Pengembangan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (UPT PATPH) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur melaksanakan kegiatan studi visit lapangan. Kegiatan ini bertempat di Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Tani Makmur / Pos Pelayanan Agen Hayati (PPAH) Pasuruan yang dipimpin oleh Ibu Kholifah selaku Ketua Kelompok Tani setempat."P4S TANI MAKMUR"5,0🎓 Institusi PendidikanBuka· Tutup pukul 6.00Kunjungan strategis ini dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Produksi UPT PATPH, Bapak Taufiq Mansur, serta diikuti oleh seluruh staf jajaran seksi produksi dan para kepala kebun di bawah naungan UPT PATPH. Kehadiran rombongan disambut hangat oleh Ibu Cholifah beserta para pengurus "P4S TANI MAKMUR"Klik untuk membuka panel samping guna melihat informasi selengkapnya, yang langsung mengajak tim teknis untuk berdiskusi, melihat alur laboratorium agens hayati, serta meninjau langsung hamparan pertanaman hortikultura di lapangan.Fokus Pembelajaran 1: Eksplorasi dan Pengembangan Agen Hayati (PPAH)Sebagai salah satu kelembagaan tani yang sukses mengelola Pos Pelayanan Agen Hayati (PPAH), Ibu Kholifah membagikan ilmu praktis mengenai pentingnya memproduksi mandiri agens pengendali hayati (APH) guna menekan biaya produksi dan menjaga kelestarian agroekosistem. Beberapa poin penting yang dipelajari meliputi:Isolasi Mikroba Prospektif: Pemahaman mengenai metode eksplorasi patogen serangga (entomopatogen) maupun jamur antagonis dari lahan lokal yang memiliki tingkat virulensi tinggi terhadap hama utama tanaman.Teknik Perbanyakan Massal APH: Praktik sterilisasi media tumbuh berbasis bahan lokal yang ekonomis, serta metode inokulasi massal untuk memproduksi jamur pengendali hayati seperti Trichoderma sp., Beauveria bassiana, maupun mikroba fungsional lainnya.Formulasi dan Aplikasi Lapangan: Strategi pencampuran agen hayati agar daya simpan lebih lama serta teknik aplikasi yang tepat (waktu dan dosis) guna memaksimalkan efikasi di lahan budidaya.Fokus Pembelajaran 2: Manajemen Budidaya Bawang Merah BerkelanjutanSelain fokus pada agens hayati, peserta studi visit juga diajak langsung turun ke hamparan lahan untuk mempelajari tata kelola budidaya tanaman bawang merah yang dikembangkan oleh "P4S TANI MAKMUR"Klik untuk membuka panel samping guna melihat informasi selengkapnya. Pembelajaran lapangan ini mencakup beberapa aspek krusial:Persiapan Lahan dan Demplot: Manajemen pembuatan bedengan, pengaturan sistem drainase yang ketat guna mencegah kelembapan makro yang memicu penyakit jamur, serta pemanfaatan mulsa plastik yang optimal.Implementasi Pengendalian Hama Terpadu (PHT): Penggabungan penggunaan agens hayati yang telah diproduksi secara mandiri dengan pemasangan perangkap fisik (seperti lampu perangkap atau yellow sticky trap) guna meminimalisir ketergantungan pada pestisida kimia.Nutrisi dan Pemeliharaan Intensif: Manajemen pemupukan yang berimbang dengan mengkombinasikan pupuk organik matang serta pengaplikasian mikroba penyubur tanah guna mempertahankan porositas dan kesehatan lahan jangka panjang.Kepala Seksi Produksi UPT PATPH, Bapak Taufiq Mansur, menyampaikan bahwa studi visit ini menjadi momentum penting bagi seluruh staf produksi dan kepala kebun untuk menyerap inovasi praktis dari praktisi pertanian swadaya yang telah terbukti berhasil di lapangan. Pengetahuan mengenai kemandirian produksi agen hayati dan standardisasi budidaya bawang merah berkelanjutan ini akan segera diadaptasikan dan diterapkan di kebun-kebun benih maupun kebun percontohan milik UPT PATPH. Harapannya, UPT PATPH dapat menjadi pusat diseminasi teknologi serupa bagi para petani di Jawa Timur.Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama di depan gedung utama BDSP "P4S TANI MAKMUR"Klik untuk membuka panel samping guna melihat informasi selengkapnya Pasuruan, sekaligus komitmen untuk terus menjalin jejaring kemitraan transfer teknologi pertanian antara instansi pemerintah dengan kelembagaan swadaya.

Humas
SERUM POLINASI: Inovasi Efisien untuk Meningkatkan Fruit Set Melon Golden Langkawi di UPT PATPH Lebo
14 Agustus 2026

SERUM POLINASI: Inovasi Efisien untuk Meningkatkan Fruit Set Melon Golden Langkawi di UPT PATPH Lebo

SIDOARJO — Ketepatan teknis pada fase generatif menjadi kunci utama dalam budidaya melon (Cucumis melo L.) varietas Golden Langkawi. Keberhasilan pembuahan (fruit set), keseragaman panen, hingga tingkat produktivitas akhir sangat ditentukan oleh efektivitas proses polinasi. Merespons tantangan tersebut, UPT Pengembangan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (PATPH) Lebo, Sidoarjo, di bawah Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, melakukan studi komparatif bersama mahasiswa magang dari Politeknik Negeri Jember (Polije). Kolaborasi vokasi ini bertujuan menguji efisiensi dua metode polinasi di greenhouse, yaitu polinasi alami secara manual dan penggunaan serum polinasi.Mengenal Serum Polinasi dan Cara Kerja LapanganSerum polinasi merupakan formulasi cairan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) yang menggabungkan hormon auksin dan giberelin untuk merangsang pembentukan buah partenokarpi atau tanpa pembuahan biji. Pengaplikasiannya dilakukan secara langsung dengan menyemprot atau mencelupkan kuntum bunga betina beserta bakal buahnya pada pagi hari saat bunga mekar. Metode ini meniadakan kebutuhan pemindahan serbuk sari dari bunga jantan secara manual, sehingga secara signifikan mampu memangkas waktu kerja petugas di lapangan.Efisiensi Waktu Kerja dan Peningkatan Fruit SetHasil pengamatan lapangan di greenhouse UPT PATPH Lebo mencatatkan keunggulan nyata dari penerapan serum polinasi. Dari segi kecepatan kerja, aplikasi serum hanya membutuhkan waktu rata-rata 8,22 detik per bunga, jauh lebih singkat dibandingkan metode alami yang memerlukan waktu hingga 24,87 detik per bunga. Dengan demikian, efisiensi waktu kerja yang dicapai berkisar hingga 66,94%. Secara keseluruhan, seluruh proses polinasi menggunakan serum dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari 2 jam, sementara metode manual membutuhkan waktu lebih dari 3 jam pada kondisi kerja yang sama.Keunggulan ini juga berbanding lurus dengan tingkat keberhasilan pembentukan buah (fruit set). Penggunaan serum polinasi mencatatkan tingkat keberhasilan hingga 97,72%, atau lebih tinggi 19,42% dibandingkan metode alami yang berada di angka 78,30%. Selain itu, pada perlakuan serum tidak ditemukan kasus kegagalan polinasi, sedangkan pada metode alami masih ditemui bunga yang gagal terpolinasi maupun buah yang menguning.Dampak Positif pada Manajemen Operasional KebunKecepatan dan kepastian hasil dari serum polinasi membawa dampak positif pada seluruh alur pemeliharaan tanaman. Waktu kerja yang lebih singkat memberikan ruang bagi tim kebun untuk menjaga ketepatan jadwal pemeliharaan rutin lainnya, seperti perambatan tali dan pemangkasan (pewiwilan). Hal ini penting untuk mencegah timbulnya sulur air yang mengganggu atau risiko patahnya ujung tanaman akibat terlambat dirapikan.Dari sisi operasional dan pembiayaan, efisiensi waktu kerja ini secara langsung mampu menekan alokasi biaya tenaga kerja (Hari Orang Kerja/HOK) pada volume pekerjaan yang sama. Produktivitas kerja di lapangan pun meningkat pesat. Di samping itu, buah yang terbentuk melalui serum polinasi tumbuh lebih serempak. Kondisi ini memudahkan petugas saat melakukan penyeleksian buah, pengaturan beban tanaman, hingga penentuan estimasi jadwal panen. Data pengamatan juga menunjukkan bahwa tanaman dengan perlakuan serum memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk mampu mempertahankan dua buah berkualitas hingga masa panen pada umur 65–70 hari setelah tanam.Rekomendasi dan Sinergi Pembelajaran VokasiBerdasarkan hasil studi komparatif tersebut, penggunaan serum polinasi sangat direkomendasikan sebagai solusi teknologi terapan untuk meningkatkan efisiensi dan stabilitas hasil panen melon Golden Langkawi, khususnya di lingkungan greenhouse dengan keterbatasan tenaga kerja. Meski demikian, keberhasilannya tetap perlu ditopang oleh kedisiplinan pemeliharaan, kecukupan cahaya, serta pengendalian hama dan penyakit tanaman.Sinergi antara UPT PATPH Lebo dan mahasiswa Politeknik Negeri Jember ini menegaskan pentingnya peran pembelajaran vokasi dalam melahirkan praktik budidaya berbasis data. Melalui pendekatan terukur, inovasi sederhana seperti serum polinasi dapat menjadi langkah nyata menuju pengelolaan agribisnis hortikultura yang lebih efektif, efisien, dan modern.Penulis: Taufiq Mansur, S.TP, MMJabatan: Kepala Seksi Produksi, UPT PATPH Lebo – Sidoarjo

Admin CAKRA
Perkuat Sinergi Pendidikan Vokasi, UPT PATPH dan SMKN 2 Bagor Nganjuk Resmi Tandatangani MoU dan Gelar Monitoring Magang
12 Agustus 2026

Perkuat Sinergi Pendidikan Vokasi, UPT PATPH dan SMKN 2 Bagor Nganjuk Resmi Tandatangani MoU dan Gelar Monitoring Magang

SIDOARJO — UPT Pengembangan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (PATPH) menerima kunjungan monitoring siswa magang sekaligus melangsungkan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (Memorandum of Understanding/MoU) bersama SMK Negeri 2 Bagor Nganjuk di Ruang Kantor UPT PATPH, Kebun Lebo, Sidoarjo, pada Selasa (11/08/2026).Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala UPT PATPH, Trias Ari Wicaksono, S.E., M.M., serta jajaran seksi produksi dan seksi pemasaran, serta guru perwakilan SMKN 2 Bagor Nganjuk, M. Muslich, beserta para siswa magang.Dorong Kedisiplinan dan Kesiapan Kerja SiswaDalam sambutannya, Kepala UPT PATPH menyampaikan apresiasi atas kunjungan pihak sekolah sekaligus menekankan pentingnya penguatan payung hukum kerja sama dalam pengelolaan kegiatan magang siswa di Kebun Lebo Sidoarjo. Pada kesempatan yang sama, perwakilan SMKN 2 Bagor Nganjuk, M. Muslich, menyampaikan terima kasih atas bimbingan yang telah diberikan para instruktur UPT PATPH kepada enam siswa magang dari sekolahnya. Ia berharap pengalaman praktek kerja lapangan ini dapat membentuk karakter dan keterampilan siswa yang siap pakai di dunia kerja.Menanggapi hal tersebut, Kasi Pemasaran UPT PATPH, Novie Isnawati, mengingatkan para siswa untuk terus menjaga kedisiplinan dan memanfaatkan sisa waktu satu bulan magang secara optimal. Siswa juga diimbau untuk segera mempersiapkan penyusunan laporan kegiatan magang kelompok secara terstruktur.Formalisasi Kerja Sama Kemitraan VokasiPertemuan diakhiri dengan prosesi penandatanganan dokumen MoU antara Kepala UPT PATPH Trias Ari Wicaksono, S.E., M.M. dan Kepala SMKN 2 Bagor Nganjuk Sugeng Supri Utomo, S.T., M.Pd. Penandatanganan perjanjian kerja sama ini menjadi landasan formal kemitraan kedua pihak dalam pengembangan SDM agribisnis.Melalui kemitraan resmi ini, UPT PATPH menegaskan komitmennya untuk mendukung penguatan pendidikan vokasi sektor pertanian di Jawa Timur secara berkelanjutan, berkesinambungan, dan saling memberikan manfaat strategis bagi institusi maupun peserta didik.

Admin CAKRA
Perkuat Nilai Kematangan Inovasi SI BROW, UPT PATPH Ikuti Pendampingan Lanjutan dan Verifikasi Pelaporan Inovasi Daerah Tahun 2026
22 Agustus 2026

Perkuat Nilai Kematangan Inovasi SI BROW, UPT PATPH Ikuti Pendampingan Lanjutan dan Verifikasi Pelaporan Inovasi Daerah Tahun 2026

SURABAYA — UPT Pengembangan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (PATPH) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur menghadiri Rapat Pendampingan Lanjutan dan Verifikasi Pelaporan Inovasi Daerah Tahun 2026 di Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Timur, Kamis (13/08/2026).Kegiatan ini diselenggarakan guna menindaklanjuti Surat Plt. Kepala BRIDA Jawa Timur perihal optimalisasi pelaporan inovasi. Agenda strategis ini ditujukan untuk mematangkan kesiapan berkas Organisasi Perangkat Daerah dalam rangka mempertahankan predikat Jawa Timur sebagai Provinsi Terinovatif pada ajang Innovative Government Award (IGA) Tahun 2026.Mengusung Inovasi Unggulan Persemaian Ramah Lingkungan: SI BROWDalam ajang pelaporan inovasi tahun ini, UPT PATPH mengusung inovasi unggulannya yakni SI BROW (Seedling Brownies) yang dikembangkan di Kebun Lebo Sidoarjo dan dapat diakses melalui portal resmi puspalebo.id/sibrow. Inovasi yang sebelumnya telah meraih penghargaan KOVABLIK 2025 ini merupakan media tanam persemaian padat berbasis Go Green sebagai pengganti total polybag plastik.SI BROW memadukan lima bahan organik pilihan yaitu tanah bawah bambu yang kaya mikoriza, cocopeat, pupuk organik, Trichoderma, serta PGPR. Keunggulan inovasi ini terbukti mampu menekan tingkat kematian bibit dari 30 persen menjadi di bawah 5 persen, mempercepat masa pindah tanam dari 7 hari menjadi 4 hari setelah semai, menghemat tenaga kerja dari 10 orang menjadi 2 orang, serta meningkatkan nilai kelayakan usaha atau R/C Ratio dari 1.05 menjadi 1.53. Hingga saat ini, keunggulan SI BROW tanpa residu plastik telah diadopsi oleh lebih dari 512 penerima manfaat di berbagai daerah seperti Lumajang, Bangkalan, dan Jember.Dorong Target Kematangan Inovasi dan Manajemen TalentaAnalis Kebijakan Ahli Muda BRIDA Jawa Timur, Rosan Dastimi, S.Sos., M.M., dalam pembukaannya menegaskan bahwa setiap Organisasi Perangkat Daerah peserta mendapatkan pendampingan intensif dari tim BRIDA. Langkah ini diambil untuk memastikan keabsahan data pendukung sekaligus mendorong nilai kematangan setiap inovasi mencapai target minimal 90 sebelum batas akhir penginputan data pada 21 Agustus 2026.Selain pemenuhan indikator IGA, penilaian inovasi tahun ini juga diintegrasikan dengan Manajemen Talenta ASN melalui sistem e Master BKD Provinsi Jawa Timur. Hasil validasi inovasi oleh BRIDA akan dikonversi menjadi bobot nilai kontribusi ASN yang berdampak langsung pada pemetaan profil talenta pegawai.Penyempurnaan Dokumen dan Bukti Dukung SubstantifDalam sesi verifikasi teknis UPT PATPH, Peneliti Ahli Muda BRIDA Jawa Timur, Slamet Hari Sutanto, S.Sos., M.A.P., memaparkan sejumlah poin krusial penyempurnaan substansi pelaporan inovasi SI BROW:Penyusunan Rancang Bangun: Dokumen rancang bangun wajib memuat kesesuaian dasar hukum, latar belakang masalah, korelasinya dengan Asta Cita Presiden, unsur kebaharuan (novelty), keunggulan, hingga analisis dampak sebelum dan sesudah penerapan inovasi.Standardisasi Bukti Bimbingan Teknis: Berbeda dengan tahun sebelumnya, bukti dukung bimbingan teknis tahun 2026 tidak hanya berupa surat undangan dan notula, tetapi wajib menyertakan sertifikat resmi yang mencantumkan Jam Pelajaran minimal dari dua orang peserta.Kelengkapan Dokumen Replikasi: Pelaksanaan replikasi inovasi perlu dilengkapi dengan Surat Kesediaan dari pihak penerima serta Surat Permohonan resmi dari UPT PATPH.Data Kemanfaatan dan Video Inovasi: Indikator dampak inovasi diukur melalui grafik tren capaian positif dalam laporan evaluasi penerima manfaat secara berkala. Selain itu, bukti operasional inovasi diperkuat dengan tautan video penerapan yang telah diunggah pada kanal YouTube resmi.Melalui pendampingan ini, UPT PATPH berkomitmen melengkapi seluruh kelengkapan administrasi dan bukti dukung lapangan secara presisi guna mendukung terwujudnya tata kelola agribisnis berbasis inovasi yang berkelanjutan di Jawa Timur.

Admin CAKRA
UPT PATPH Puspa Lebo Dampingi Evaluasi Akhir PKL Siswa SMKN 2 Bagor Nganjuk dalam Penerapan Teknologi Budidaya Pertanian
29 September 2026

UPT PATPH Puspa Lebo Dampingi Evaluasi Akhir PKL Siswa SMKN 2 Bagor Nganjuk dalam Penerapan Teknologi Budidaya Pertanian

Sidoarjo, 29 September 2026 – UPT Pengembangan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (PATPH) Puspa Lebo melaksanakan kegiatan pendampingan dan evaluasi presentasi akhir siswa Magang/Praktik Kerja Lapangan (PKL) SMKN 2 Bagor Nganjuk pada Selasa, 29 September 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari proses pembelajaran berbasis praktik yang bertujuan meningkatkan kompetensi siswa melalui pengalaman langsung dalam penerapan teknologi budidaya tanaman pangan dan hortikultura.Sebagai unit pelayanan pengembangan agribisnis dan edukasi pertanian, UPT PATPH Puspa Lebo secara aktif mendukung kegiatan pembelajaran bagi peserta magang melalui pendampingan teknis, monitoring kegiatan, hingga evaluasi hasil pelaksanaan PKL. UPT PATPH Puspa Lebo Evaluasi akhir dilakukan untuk mengetahui pemahaman serta kemampuan siswa dalam menerapkan teori yang diperoleh selama pembelajaran di sekolah dengan kondisi nyata di lapangan.Kegiatan evaluasi dilaksanakan melalui dua metode, yaitu secara daring melalui Zoom Meeting dan secara langsung di Kantor UPT PATPH Puspa Lebo, Sidoarjo. Melalui Zoom Meeting, dilakukan evaluasi terhadap hasil kegiatan PKL siswa yang dilaksanakan di Kebun Dlanggu, Mojokerto, dengan fokus kegiatan pada budidaya tanaman jagung dan pemeliharaan tanaman jambu kristal. Selain itu, evaluasi daring juga dilakukan terhadap siswa yang melaksanakan PKL di Kebun Pelem, Kediri, dengan fokus kegiatan pada budidaya tanaman jagung.Sementara itu, kegiatan presentasi akhir secara langsung dilaksanakan di Kantor UPT PATPH Puspa Lebo, Sidoarjo, dengan agenda pemaparan hasil kegiatan PKL terkait penerapan teknologi budidaya tanaman melon menggunakan sistem screen house. Pada kegiatan tersebut, siswa menyampaikan proses kegiatan mulai dari persiapan budidaya, teknik pemeliharaan, pengelolaan tanaman, hingga hasil pengamatan selama kegiatan praktik berlangsung.Melalui kegiatan presentasi dan evaluasi ini, siswa mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan pengalaman, inovasi, serta kendala yang dihadapi selama pelaksanaan PKL. Tim pendamping UPT PATPH Puspa Lebo memberikan masukan dan arahan terkait aspek teknis budidaya, manajemen kegiatan lapangan, serta penerapan prinsip agribisnis dalam pengelolaan tanaman.Kegiatan pendampingan PKL ini menjadi salah satu bentuk kontribusi UPT PATPH Puspa Lebo dalam mendukung peningkatan kompetensi generasi muda di bidang pertanian. Melalui pembelajaran berbasis praktik, siswa tidak hanya memperoleh pengalaman teknis budidaya, tetapi juga memahami proses pengelolaan pertanian secara lebih menyeluruh, mulai dari produksi hingga aspek pengembangan agribisnis.Sinergi antara UPT PATPH Puspa Lebo dan SMKN 2 Bagor Nganjuk diharapkan dapat terus berkembang sebagai bentuk kolaborasi antara dunia pendidikan dan dunia kerja dalam mencetak sumber daya manusia pertanian yang kompeten, inovatif, dan siap menghadapi perkembangan sektor agribisnis modern.

Admin CAKRA
Evaluasi Bulanan UPT PATPH: Akselerasi Kinerja Pegawai dan Optimalisasi Program Kerja 2026
29 Januari 2026

Evaluasi Bulanan UPT PATPH: Akselerasi Kinerja Pegawai dan Optimalisasi Program Kerja 2026

SIDOARJO – Dalam upaya menjaga ritme kerja dan memastikan seluruh target organisasi berjalan sesuai rencana, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengembangan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (PATPH) menggelar rapat evaluasi strategis pada Rabu (28/1). Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi seluruh jajaran untuk menyelaraskan langkah dalam menghadapi tantangan di tahun anggaran 2026.Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat UPT PATPH ini dihadiri oleh seluruh staf yang terdiri dari jajaran pejabat struktural, fungsional, serta staf teknis di lingkungan UPT.Arahan Strategis Kepala UPT: Akuntabilitas dan KolaborasiKepala UPT PATPH, Trias Ari Wicaksono, S.E., M.M., dalam arahannya menekankan bahwa tahun 2026 adalah momentum untuk memperkuat akuntabilitas kinerja. Beliau menginstruksikan segera dilakukannya pemetaan rincian target Pendapatan Asli Daerah (PAD) di setiap lini secara presisi."Kolaborasi antar seksi adalah kunci. Kita tidak hanya bicara soal angka, tapi soal bagaimana sistem pelaporan baru melalui Self Assessment SKP dapat diimplementasikan secara disiplin oleh seluruh pegawai, termasuk bagi rekan-rekan PPPK yang baru beralih status agar tetap menjaga integritas kinerjanya," tegas beliau.Optimalisasi Pemasaran dan Inovasi Diversifikasi ProdukMelanjutkan agenda, Kasi Pemasaran, Novie Isnawati, S.P., M.Agr., memaparkan laporan komprehensif mengenai realisasi kegiatan sepanjang Januari 2026. Fokus utama pemasaran bulan ini mencakup optimalisasi berbagai lini pendapatan melalui pemanfaatan aset dan jasa:Pemasaran Hasil Bumi: UPT sukses mendistribusikan komoditas unggulan seperti Bawang Merah dari Kebun Dau dan Kebomas, serta Kedelai dari Kebun Pelem.Optimalisasi Aset dan Edukasi: Pemanfaatan lahan untuk penelitian mahasiswa serta penyewaan Gedung Serbaguna menunjukkan tren positif. Selain itu, program Agrowisata dan studi magang bagi mahasiswa dari berbagai universitas nasional terus berjalan sebagai bagian dari fungsi edukasi UPT.Hilirisasi dan Promosi: Saat ini tengah dirancang diversifikasi produk berupa minuman bunga telang dan es krim daun kelor. Untuk memperkuat branding, Seksi Pemasaran mendorong kolaborasi konten lapangan agar promosi melalui media sosial dan website berjalan lebih masif.Manajemen Internal dan Efisiensi Anggaran Tata UsahaKasubag Tata Usaha, Anang Bandono, S.P., menyampaikan apresiasi atas capaian kinerja tahun sebelumnya yang konsisten dilaporkan kepada Asisten 2. Memasuki tahun 2026, beliau menekankan beberapa poin krusial terkait kebijakan manajerial:Efisiensi Operasional: Seluruh jajaran diinstruksikan mempedomani Surat Edaran Sekda Provinsi Jawa Timur mengenai efisiensi biaya konsumsi rapat dan pembatasan dinas luar guna optimalisasi anggaran yang tepat sasaran.Instrumen Kontrol Pegawai: Terkait regulasi baru self assessment SKP yang lebih ketat, pegawai diwajibkan melakukan breakdown rencana kerja secara mandiri untuk memastikan setiap kontribusi terhadap organisasi terpantau secara transparan dan akuntabel.Akselerasi Digitalisasi dan Manajemen ProduksiMenutup rangkaian paparan teknis, Kasi Produksi, Taufiq Mansur, S.TP., M.M., menginstruksikan percepatan digitalisasi manajemen kebun melalui portal puspalebo.id.Monitoring Berbasis Aplikasi: Penggunaan aplikasi SIKAP ASN untuk laporan harian dan Si CAKRA untuk dokumentasi tahapan usaha tani menjadi kewajiban guna memastikan akuntabilitas proses dari pengolahan lahan hingga panen.Keseimbangan Administrasi: Meski digitalisasi diperkuat, beliau menegaskan bahwa dokumen fisik seperti absensi tenaga kerja dan kartu gudang tetap wajib dilengkapi. Selain itu, Seksi Produksi akan menjadi leading sector dalam pendampingan Latsar CPNS untuk menjamin keberlanjutan regenerasi tenaga ahli teknis di lapangan.KesimpulanDengan semangat sinergitas antara penguatan administrasi, inovasi pemasaran, dan digitalisasi produksi, UPT PATPH optimistis dapat menjalankan tahun anggaran 2026 dengan performa yang lebih solid, transparan, dan terukur.

Admin CAKRA
Dual Fokus di UPT PATPH Jatim: Mahasiswa UNISDA Garap Riset Kedelai dan Persiapan Melon Screen House
22 Januari 2026

Dual Fokus di UPT PATPH Jatim: Mahasiswa UNISDA Garap Riset Kedelai dan Persiapan Melon Screen House

SIDOARJO (22/01/2026) – Mahasiswa Praktik Kerja Lapang (PKL) dari Universitas Islam Darul Ulum (UNISDA) Lamongan menunjukkan adaptabilitas tinggi saat diterjunkan di UPT Pengembangan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (UPT PATPH) Jawa Timur. Pada Kamis (22/01), ketujuh mahasiswa tersebut dibagi ke dalam dua tim strategis untuk menangani dua komoditas unggulan: tanaman pangan (kedelai) dan hortikultura (melon).Sejak pukul 07.00 hingga 15.30 WIB, aktivitas berlangsung intensif di dua lokasi terpisah, yakni lahan percobaan terbuka dan fasilitas screen house.Presisi Nutrisi pada Riset Kedelai Di area lahan tanaman pangan, tim yang terdiri dari Maha Putra Dewa Trisakti, Ahmad Fadhil Ansori, Zaenal Mustofah, dan Sumitro fokus pada pengolahan nutrisi tanah. Mereka melakukan aplikasi pupuk dasar kotoran sapi untuk memperbaiki struktur biologi tanah sebelum masa tanam.Selain itu, tim ini juga terlibat dalam kegiatan riset pemupukan pada tanaman kacang kedelai. Mereka mengaplikasikan pupuk Phonska+ dengan ketelitian tinggi sesuai kode perlakuan "P2". Langkah ini krusial untuk mengukur respons pertumbuhan tanaman kedelai terhadap dosis nutrisi spesifik, melatih mahasiswa untuk berpikir analitis layaknya seorang peneliti agronomi.Modernisasi Hortikultura di Screen House Beralih ke fasilitas screen house, tim kedua yang digawangi oleh Tio Babawuddin As-syukru, Asep Pramono, dan Aditya Maulana disiapkan untuk budidaya intensif hortikultura. Mereka memfokuskan tenaga untuk persiapan media tanam komoditas melon.Di dalam lingkungan terkendali tersebut, ketiganya bahu-membahu membentuk bedengan yang presisi dan melakukan pemasangan mulsa. Persiapan ini sangat vital dalam budidaya melon sistem intensif, di mana mulsa berfungsi menjaga kelembapan area perakaran dan menekan pertumbuhan gulma, sementara screen house memberikan perlindungan dari hama eksternal.Penguasaan Teknologi Pertanian yang Komprehensif Kegiatan hari ini memberikan pengalaman komprehensif bagi mahasiswa UNISDA. Mereka tidak hanya belajar pengelolaan tanaman pangan di lahan terbuka yang dinamis, tetapi juga memahami standar operasional prosedur (SOP) budidaya hortikultura di lingkungan screen house yang menuntut presisi dan kebersihan ekstra. Kombinasi pengalaman ini diharapkan dapat mencetak lulusan yang siap menghadapi tantangan pertanian modern yang semakin kompleks.

Admin CAKRA
Sinergi Edukasi dan Agribisnis: UPT PATPH Sambut Mahasiswa Magang dari UPN Veteran dan Universitas Trunojoyo Madura
12 Januari 2026

Sinergi Edukasi dan Agribisnis: UPT PATPH Sambut Mahasiswa Magang dari UPN Veteran dan Universitas Trunojoyo Madura

SIDOARJO – Unit Pelaksana Teknis Pengembangan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (UPT PATPH) kembali menegaskan perannya sebagai laboratorium lapang bagi dunia pendidikan. Pada Senin, 12 Januari 2026, UPT PATPH secara resmi menerima kedatangan mahasiswa magang dari dua perguruan tinggi ternama, yaitu UPN Veteran Surabaya dan Universitas Trunojoyo Madura.Bertempat di Ruang Kantor UPT PATPH, acara penerimaan dan pembekalan ini dipimpin langsung oleh Kepala UPT, Trias Ari Wicaksono, S.E., M.M. Dalam gelombang kali ini, peserta terdiri dari mahasiswa UPN Veteran Surabaya yang akan menempuh program magang reguler selama satu bulan, serta mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura yang melaksanakan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dengan durasi lima bulan.Dorong Pengembangan Potensi DiriDalam sambutannya, Trias Ari Wicaksono menyambut hangat kehadiran para mahasiswa dan berharap mereka dapat beradaptasi dengan cepat di lingkungan Kebun Lebo. Pesan motivasi juga disampaikan oleh Kepala Seksi Produksi, Taufiq Mansur, S.TP., M.M. Beliau menekankan pentingnya momen magang ini sebagai ajang pembuktian diri."Mahasiswa harus berani mengembangkan potensi. Ilmu pengetahuan yang didapat di kampus jangan hanya disimpan, tetapi harus diaplikasikan dalam praktik nyata di lapangan," ujar Taufiq dalam sesi pengarahan.Tertib Administrasi dan Pelaporan DigitalSelain aspek teknis pertanian, pembekalan juga mencakup tata tertib birokrasi. Kasubag Tata Usaha, Anang Bandono, S.P., memberikan sosialisasi terkait penyelesaian administrasi yang mengacu pada Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 10 Tahun 2024. Regulasi ini mengatur tentang Jasa Layanan Magang atau Praktik Kerja Lapang dengan ketentuan retribusi yang sah.Di sisi operasional, Kepala Seksi Pemasaran, Novie Isnawati, S.P., M.Agr., bersama staf pemasaran Arif Yantica S., S.E., menjelaskan mekanisme pelaporan kegiatan. Mengikuti perkembangan teknologi, mahasiswa diwajibkan menyusun laporan harian yang dipantau secara real-time melalui grup WhatsApp, serta menyusun laporan akhir sebagai bentuk pertanggungjawaban akademis.Kegiatan orientasi ditutup dengan pengenalan lingkungan (site tour). Dipandu oleh staf teknis Yusuf Achmadi, para mahasiswa diajak berkeliling melihat langsung fasilitas dan lahan budidaya di Kebun Lebo Sidoarjo, yang nantinya akan menjadi "kantor" mereka selama periode magang berlangsung

Admin CAKRA
Awal Tahun 2026, UPT PATPH Lakukan Koordinasi Pemantapan Tugas Pengelola dan Pemelihara Kebun
6 Januari 2026

Awal Tahun 2026, UPT PATPH Lakukan Koordinasi Pemantapan Tugas Pengelola dan Pemelihara Kebun

SIDOARJO – Unit Pelaksana Teknis Pengembangan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (UPT PATPH) mengawali tahun anggaran 2026 dengan langkah strategis. Pada hari Selasa, 6 Januari 2026, dilaksanakan pertemuan koordinasi yang membahas perubahan struktur pengelola dan pemelihara kebun di Ruang Kepala UPT PATPH.Rapat ini dipimpin langsung oleh Kepala UPT PATPH yang baru, Bapak Trias Ari Wicaksono, S.E., M.M., dan dihadiri oleh jajaran pejabat eselon IV, yaitu Kasubag Tata Usaha Anang Bandono, S.P., Kepala Seksi Produksi Taufiq Mansur, S.TP., M.M., serta Kepala Seksi Pemasaran Novie Isnawati, S.P., M.Agr.Penyegaran Struktur dan Optimalisasi KinerjaAgenda utama pertemuan ini dilatarbelakangi oleh adanya perubahan jajaran pejabat struktural di lingkungan UPT PATPH, meliputi posisi Kepala UPT, Kepala Seksi Produksi, dan Kasubag Tata Usaha. Perubahan manajerial ini dinilai perlu segera diselaraskan dengan kegiatan operasional di lapangan untuk memastikan target kinerja tahun 2026 tercapai.Dalam arahannya, Kepala UPT PATPH menekankan pentingnya evaluasi terhadap eksistensi pengelola dan pemelihara kebun produksi. Berdasarkan pertimbangan teknis dan manajerial, rapat memutuskan untuk melakukan penyegaran berupa perubahan lokasi tugas bagi para pengelola dan pemelihara kebun. Selain rotasi lokasi, terdapat pula penyesuaian tugas dan tanggung jawab baru yang dibebankan kepada personel terkait guna meningkatkan produktivitas.Legalitas TugasSebagai bentuk tindak lanjut administratif yang tertib, Kepala UPT PATPH memberikan mandat kepada Kasubag Tata Usaha untuk segera menyusun Surat Keputusan (SK) terbaru. SK bagi pengelola dan pemelihara kebun produksi ini ditetapkan berlaku efektif mulai tanggal 6 Januari 2026, menggantikan dasar hukum yang berlaku sebelumnya.Langkah koordinasi ini diharapkan dapat membawa semangat baru dalam pengelolaan aset kebun UPT PATPH, sekaligus memastikan seluruh kegiatan produksi dan pemeliharaan berjalan lebih efektif dan efisien di bawah manajemen yang baru.

Admin CAKRA
Gerak Cepat UPT PATPH: Petakan Potensi Kebun untuk Laporan Strategis ke Gubernur
21 Januari 2026

Gerak Cepat UPT PATPH: Petakan Potensi Kebun untuk Laporan Strategis ke Gubernur

JAWA TIMUR – Suasana Ruang Tengah Kantor UPT Pengembangan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (UPT PATPH) tampak lebih serius dari biasanya pada Rabu pagi (21/01/2026). Tidak ada waktu untuk bersantai, tim inti UPT langsung menggelar rapat koordinasi taktis tepat pukul 09.00 WIB.Pertemuan ini merupakan respon cepat (gerak cepat) atas arahan yang diterima sehari sebelumnya. Selasa lalu, dalam pertemuan di Ruang Zea Mays Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, instruksi turun dengan jelas: seluruh UPT harus segera menyusun pemetaan rencana optimalisasi aset daerah untuk Tahun Anggaran 2026.Kepala UPT PATPH, Trias Ari Wicaksono, S.E., M.M., memimpin langsung jalannya diskusi. Di meja yang sama, hadir Kasubag Tata Usaha Anang Bandono, S.P., Kepala Seksi Produksi Taufiq Mansur, S.TP., M.M., serta Kepala Seksi Pemasaran Novie Isnawati, S.P., M.Agr., didampingi staf teknis.Bukan Sekadar Data di Atas KertasAgenda utama hari itu cukup berat: menyusun bahan presentasi (PPT) yang komprehensif. Tantangannya adalah bahan ini bukan untuk konsumsi internal semata, melainkan akan dibawa langsung oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan untuk dipresentasikan di hadapan Gubernur Jawa Timur. Validitas dan akurasi data menjadi harga mati."Kita harus membedah potensi riil yang kita punya," menjadi benang merah diskusi tersebut.Fokus pembicaraan mengerucut pada empat aset vital yang dikelola UPT: Kebun Lebo di Sidoarjo, Kebun Kebomas di Gresik, Kebun Pelem di Kediri, dan Kebun Dau di Malang. Tim berdiskusi alot untuk memastikan setiap jengkal lahan di kebun-kebun tersebut memiliki nilai guna maksimal.Menggali Potensi PADDalam rapat tersebut, disepakati bahwa optimalisasi tidak hanya terpaku pada budidaya tanaman pangan dan hortikultura saja. Tim mulai memetakan peluang lain yang bisa mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD), mulai dari penyewaan lahan untuk pertanian masyarakat, kerja sama lahan penelitian, hingga pemanfaatan gedung dan bangunan yang ada di lokasi kebun.Seluruh data—mulai dari dokumen kepemilikan, luasan rinci, hingga peruntukan lahan—disisir satu per satu. Sinergi antara seksi produksi dan pemasaran terlihat kental; memastikan bahwa apa yang diproduksi di lahan memiliki nilai jual atau nilai sewa yang layak diajukan dalam rencana besar provinsi.Pertemuan yang berlangsung hingga selesai ini menghasilkan draf strategi yang solid. Bagi tim UPT PATPH, ini bukan sekadar tugas administratif menyusun PPT, melainkan pembuktian bahwa aset-aset pertanian Jawa Timur di bawah pengelolaan mereka siap memberikan kontribusi nyata bagi daerah di tahun 2026.

Admin CAKRA
Sinergi Akademisi dan Praktisi: Prodi Agroekoteknologi Tinjau Langsung Kualitas Kegiatan Magang di UPT PATPH
20 Januari 2026

Sinergi Akademisi dan Praktisi: Prodi Agroekoteknologi Tinjau Langsung Kualitas Kegiatan Magang di UPT PATPH

JAWA TIMUR – UPT Pengembangan Agribisnis Tanaman Hortikultura dan Pangan (UPT PATPH) kembali menerima kunjungan penting dari kalangan akademisi. Kali ini, Unit Pelaksana Teknis di bawah Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur tersebut menyambut kehadiran perwakilan Program Studi Agroekoteknologi dalam rangka Monitoring dan Evaluasi (Monev) kegiatan mahasiswa.Kunjungan yang berlangsung hangat namun serius ini dihadiri langsung oleh figur senior akademisi, yakni Ibu Prof. Dr. Ir. Hj. Siti Fatimah, M.Si, didampingi oleh Dr. Diana Nurus Sholehah, S.Farm., Apt., M.Si. Kehadiran beliau berdua bukan sekadar formalitas administratif, melainkan langkah konkret dalam penjaminan mutu pendidikan. Tujuannya jelas: memastikan bahwa apa yang direncanakan di atas kertas kurikulum, benar-benar terimplementasi dengan baik saat mahasiswa terjun ke lahan.Menyelaraskan Teori dengan Realita LapanganDalam agenda tersebut, tim monitoring tidak hanya duduk di ruang diskusi. Mereka turun langsung meninjau aktivitas harian di UPT PATPH. Fokus utama tertuju pada bagaimana tim teknis dan peserta magang mengelola budidaya tanaman hortikultura dan pangan, serta pemanfaatan sarana dan prasarana yang ada.Diskusi mendalam pun terjadi antara pihak kampus dan pengelola UPT. Dari pembicaraan tersebut, tercermin bahwa kegiatan di UPT PATPH telah berjalan on the track, sesuai dengan rencana kerja yang disepakati. Ada kepuasan tersendiri melihat bagaimana mahasiswa mampu aktif bertanya dan—yang paling penting—membandingkan teori dari ruang kuliah dengan praktik nyata di kebun. Ini adalah indikator bahwa transfer ilmu berjalan efektif.Tantangan untuk Gen Z: Jangan Hanya "Manut"Meski apresiasi diberikan atas kelancaran kegiatan, ada satu catatan menarik yang menjadi sorotan dalam Monev kali ini. Para mentor dan dosen tidak ingin mahasiswa sekadar menjadi "pengikut" yang hanya menjalankan instruksi teknis.Ada dorongan kuat agar mahasiswa, sebagai representasi Generasi Z, lebih berani bersuara. Mereka diharapkan tidak canggung memberikan saran kritis atau ide segar selama pelaksanaan Praktik Kerja Lapang (PKL). Mengingat keakraban generasi ini dengan teknologi, pihak UPT dan kampus sepakat: mahasiswa harus lebih lincah memanfaatkan kemampuan digital mereka.Keaktifan di media sosial, misalnya, tidak semestinya hanya untuk hiburan, tetapi bisa dikapitalisasi untuk mendukung publikasi dan meningkatkan kualitas kegiatan agribisnis yang sedang mereka tekuni.Kunjungan ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus menjaga kualitas kerja sama. Bagi UPT PATPH, kehadiran mahasiswa dan dosen bukan hanya tamu, melainkan mitra strategis dalam mengembangkan inovasi pertanian masa depan.

Admin CAKRA