Matangkan Persiapan Kompetisi Inovasi, Kepala UPT PATPH Pimpin Langsung Rakor Tim Kovablik
SIDOARJO – Menindaklanjuti arahan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur terkait Evaluasi Inovasi Pelayanan Publik , unit pelaksana teknis (UPT) Pengembangan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (PATPH) bergerak cepat dengan menggelar rapat koordinasi persiapan kegiatan Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik).
Rapat yang berlangsung pada Selasa, 7 April 2026 ini dipimpin langsung oleh Kepala UPT PATPH dan dihadiri oleh jajaran struktural, mulai dari Kepala Seksi Produksi, Kepala Seksi Pemasaran, hingga Kepala Tata Usaha. Koordinasi ini merupakan langkah konkret dalam memenuhi kewajiban setiap unit kerja untuk mengirimkan minimal satu draf proposal inovasi pelayanan publik.
Fokus pada Keterbukaan Informasi Publik
Dalam pertemuan tersebut, tim menyepakati untuk mengangkat inovasi yang memanfaatkan teknologi berbasis website. Konsep ini bertujuan untuk memperkuat keterbukaan informasi publik, sehingga masyarakat dan stakeholder pertanian dapat mengakses data serta layanan UPT dengan lebih mudah dan transparan.
Selain membahas konsep, agenda utama rapat ini meliputi:
Penunjukan Tim Kovablik: Pembentukan tim khusus yang akan bertanggung jawab penuh dalam penyusunan dan pengawalan proposal inovasi.
Bedah Materi Inovasi: Mendiskusikan detail fitur dan fungsionalitas teknologi website yang akan diusulkan agar sesuai dengan indikator penilaian.
Mengejar Tenggat Waktu
Kegiatan ini mengacu pada Nota Dinas Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Nomor: 800/1848/110.11/2026 tertanggal 31 Maret 2026. Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, batas akhir pengiriman draf proposal inovasi adalah pada Rabu, 15 April 2026.
Dengan sisa waktu yang ada, tim UPT PATPH berkomitmen untuk segera menyelesaikan draf proposal agar dapat mengikuti tahap seleksi administrasi yang dijadwalkan pada 16-24 April mendatang. Harapannya, inovasi berbasis teknologi digital ini tidak hanya sukses dalam kompetisi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan publik di sektor pertanian Jawa Timur.


