UPT PAPTPH Jawa Timur Optimalkan Sistem Monitoring Lahan dan SKP Pegawai untuk Peningkatan Produktivitas
Sidoarjo, 15 April 2026 – Dalam rangka meningkatkan efisiensi kerja dan transparansi laporan kegiatan, Unit Pelaksana Teknis Pengembangan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (UPT PAPTPH) Jawa Timur menggelar koordinasi internal yang melibatkan seluruh tim, termasuk Kepala UPT, Kasubag Tata Usaha, Kasie Pemasaran, dan Kasie Produksi. Rapat yang diselenggarakan dalam rangka Work From Home (WFH) ini fokus pada sosialisasi pengisian Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) dan implementasi sistem monitoring kegiatan produksi.
Sistem Cakra untuk Dokumentasi Aktivitas Lahan
Salah satu keputusan strategis yang diambil adalah penguatan pencatatan aktivitas lahan melalui Sistem Cakra. Setiap aktivitas di blok-blok produksi 10 kebun yang tersebar di 5 wilayah Jawa Timur harus dicatat secara detail dan terstruktur untuk memudahkan pelaporan serta monitoring tanpa perlu komunikasi berkala atau pengiriman bukti foto manual.
"Dokumentasi yang proaktif di Sistem Cakra memungkinkan pimpinan untuk menjelaskan progres kegiatan kepada atasan dengan akurat berdasarkan fakta lapangan," ujar pimpinan UPT dalam rapat koordinasi tersebut.
Kondisi Terkini dan Rencana Tanam
Berdasarkan laporan aktivitas lahan:
- Kebun Dau (Malang): Saat ini mengembangkan tanaman jagung manis dan tomat. Rencana penanaman bawang merah dan timun dijadwalkan pada akhir April 2026.
- Wilayah lainnya: Monitoring terus dilakukan untuk memastikan target produksi tercapai.
Staf juga diminta untuk segera mengomunikasikan setiap kendala yang dihadapi.
Kamus Aktivitas Kinerja Harian untuk SKP
Untuk mendukung pengisian SKP yang akurat dan terukur, UPT PAPTPH sedang mengusulkan "Kamus Kegiatan Harian"dengan narasi bahasa pertanian yang universal, bukan spesifik per komoditas. Hal ini bertujuan agar laporan kinerja dapat dipahami secara konsisten oleh semua pihak.
Ketentuan Waktu Kerja Produktif (WPT)
Berikut ketentuan yang disepakati:
- Target rata-rata harian: 330 menit kerja produktif
- Maksimal input per hari: 660 menit
Contoh Alokasi Waktu Aktivitas
| Aktivitas | |
| Persiapan tanam | 30 menit |
| Proses tanam/perawatan tanaman | 300 menit |
| Evaluasi dan rapat koordinasi (Zoom/forum) | 90 menit |
| Pembuatan laporan | 60 menit |
| Morning briefing dan diskusi berkala | 30 menit |
Data aktivitas dikumpulkan dalam format Excel melalui koordinator untuk diseragamkan narasinya menggunakan standar bahasa aktif yang telah ditetapkan, memastikan konsistensi pelaporan di seluruh tim.
Evaluasi PAD dan Target Produksi
Evaluasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dilakukan menunjukkan bahwa realisasi PAD saat ini masih perlu ditingkatkan. Sejauh ini, pemasukan baru tercatat dari wilayah Dau dan Dlanggu yang telah melakukan setor, sementara Kebun Lebo masih menunggu laporan masuk.
"Penguatan dokumentasi dan monitoring akan membantu kami mengidentifikasi peluang peningkatan PAD dan produksi secara lebih akurat," tambah Kasie Produksi.
Kesimpulan dan Tindak Lanjut
Sosialisasi pengisian SKP dan aktivitas monitoring ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas kerja, transparansi laporan, dan akuntabilitas seluruh pegawai UPT PAPTPH Jawa Timur. Usulan kamus kegiatan harian akan segera diajukan ke Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan untuk proses pengesahan lebih lanjut.
