Misi Dagang Jatim-Sulut 2026 Catatkan Transaksi Rp1,88 Triliun: Sektor Pertanian Buka Gerbang Peluang Baru di Timur Nusantara
MANADO, puspalebo.id — Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menorehkan capaian gemilang dalam memperluas jangkauan pasar dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui gelaran Misi Dagang dan Investasi 2026. Dalam kegiatan yang berlangsung di Kota Manado, Sulawesi Utara, pada hari Rabu s/d Jumat, 3 s/d 5 Juni 2026 tersebut, Jawa Timur sukses membukukan total komitmen transaksi fantastis sebesar Rp1.887.813.970.000. Misi dagang yang dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat konektivitas perdagangan, memperluas jejaring bisnis, serta membuka keran investasi antardaerah, khususnya di wilayah Indonesia Timur.
Sektor agraris menjadi salah satu pilar utama yang unjuk gigi dalam misi dagang kali ini. Mengawal langsung potensi besar tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Dr. Ir. Heru Suseno, MT, hadir membawa deretan produk pertanian unggulan berkualitas tinggi kebanggaan Bumi Majapahit. Turut mendampingi rombongan dari Provinsi Jawa Timur, yaitu Kepala UPT Pengembangan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (PATPH) Provinsi Jawa Timur, Trias Ari Wicaksono, SE, MM, serta Kepala Seksi Produksi UPT PATPH Provinsi Jawa Timur, Taufiq Mansur, STP, MM. Kehadiran para pemangku kebijakan agribisnis ini membawa misi penting untuk memastikan produk turunan dan hasil panen petani Jawa Timur mendapatkan akses pasar yang lebih luas di Indonesia Timur, yang sekaligus akan memperkuat rantai pasok silang antarprovinsi dan berdampak langsung pada stabilitas harga komoditas serta peningkatan kesejahteraan para petani di daerah.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menyampaikan rasa syukurnya atas tingginya antusiasme dan capaian transaksi yang melibatkan 58 pelaku usaha dari Jawa Timur tersebut. Beliau menjelaskan bahwa total komitmen transaksi yang mencapai Rp1,887 triliun tersebut terdiri dari transaksi jual sebesar Rp1,697 triliun dan transaksi beli sebesar Rp189,989 miliar. Capaian ini menjadi bukti kuat bahwa hubungan perdagangan antara Jawa Timur dan Sulawesi Utara berlangsung dengan prinsip yang saling menguntungkan serta saling melengkapi demi kemajuan bersama.
Dalam interaksi dagang tersebut, Jawa Timur memasok berbagai komoditas utama ke Sulawesi Utara, mulai dari daging sapi dan ayam, karkas ayam dan bebek, pakan ikan dan udang, susu, rokok, produk batik, hingga jagung serta mesin alat pertanian. Sebaliknya, Jawa Timur juga membeli berbagai komoditas unggulan hasil bumi dari Sulawesi Utara, seperti ikan tuna, ikan tongkol, ikan cakalang, ikan layang, deho atau tuna kemasan kaleng, cengkeh, arang batok kelapa, hingga produk kerajinan tangan lokal berupa tempat tisu dan gantungan kunci. Kemitraan ini mencerminkan bagaimana kedua daerah dapat berkolaborasi secara nyata untuk memenuhi kebutuhan pasar masing-masing secara berkesinambungan.
Hubungan dagang kedua provinsi ini sebenarnya telah terjalin erat sejak pelaksanaan Misi Dagang dan Investasi di Manado pada Agustus 2022 yang kala itu mencatatkan transaksi sebesar Rp158,98 miliar. Dalam kurun waktu empat tahun, terjadi lonjakan nilai kerja sama yang sangat signifikan, yang didorong oleh pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang terus positif. Pada Triwulan I Tahun 2026, ekonomi Jawa Timur tercatat tumbuh sebesar 5,96 persen secara tahunan, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,61 persen. Nilai surplus perdagangan Jawa Timur yang kuat sepanjang tahun sebelumnya juga menjadi modal utama dalam membangun kedekatan bisnis ini.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara pun menyambut hangat sinergi ini melalui Wakil Gubernur Sulawesi Utara, J. Victor Mailangkay. Beliau mengapresiasi komitmen besar Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang konsisten menggandeng pelaku usaha dan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian bangsa, serta memfasilitasi komunikasi bisnis yang produktif. Melalui terbukanya gerbang peluang baru di Timur Nusantara ini, sinergi Jawa Timur dan Sulawesi Utara diharapkan mampu terus memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus memantapkan posisi Jawa Timur sebagai pusat gravitasi perdagangan yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.


