Kembali ke Arsip BeritaUmum
15 Juli 2026
Humas
10 kali dibaca

Tingkatkan Kompetensi Teknis, UPT PATPH Dinas Pertanian Jatim Lakukan Studi Visit Penerapan Agen Hayati dan Budidaya Bawang Merah di P4S Tani Makmur Pasuruan

Tingkatkan Kompetensi Teknis, UPT PATPH Dinas Pertanian Jatim Lakukan Studi Visit Penerapan Agen Hayati dan Budidaya Bawang Merah di P4S Tani Makmur Pasuruan
Perbesar Foto
Dokumentasi Tambahan (2)
Dokumentasi 2
Dokumentasi 3

PASURUAN, 6 Juli 2026 – Dalam upaya memperkuat kapasitas teknis aparatur sekaligus mendorong penerapan teknologi pertanian ramah lingkungan, Unit Pelaksana Teknis Pengembangan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (UPT PATPH) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur melaksanakan kegiatan studi visit lapangan. Kegiatan ini bertempat di Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Tani Makmur / Pos Pelayanan Agen Hayati (PPAH) Pasuruan yang dipimpin oleh Ibu Kholifah selaku Ketua Kelompok Tani setempat.


"P4S TANI MAKMUR"

5,0

🎓 Institusi Pendidikan

Buka· Tutup pukul 6.00


Kunjungan strategis ini dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Produksi UPT PATPH, Bapak Taufiq Mansur, serta diikuti oleh seluruh staf jajaran seksi produksi dan para kepala kebun di bawah naungan UPT PATPH. Kehadiran rombongan disambut hangat oleh Ibu Cholifah beserta para pengurus "P4S TANI MAKMUR"Klik untuk membuka panel samping guna melihat informasi selengkapnya, yang langsung mengajak tim teknis untuk berdiskusi, melihat alur laboratorium agens hayati, serta meninjau langsung hamparan pertanaman hortikultura di lapangan.

Fokus Pembelajaran 1: Eksplorasi dan Pengembangan Agen Hayati (PPAH)

Sebagai salah satu kelembagaan tani yang sukses mengelola Pos Pelayanan Agen Hayati (PPAH), Ibu Kholifah membagikan ilmu praktis mengenai pentingnya memproduksi mandiri agens pengendali hayati (APH) guna menekan biaya produksi dan menjaga kelestarian agroekosistem. Beberapa poin penting yang dipelajari meliputi:

  • Isolasi Mikroba Prospektif: Pemahaman mengenai metode eksplorasi patogen serangga (entomopatogen) maupun jamur antagonis dari lahan lokal yang memiliki tingkat virulensi tinggi terhadap hama utama tanaman.
  • Teknik Perbanyakan Massal APH: Praktik sterilisasi media tumbuh berbasis bahan lokal yang ekonomis, serta metode inokulasi massal untuk memproduksi jamur pengendali hayati seperti Trichoderma sp., Beauveria bassiana, maupun mikroba fungsional lainnya.
  • Formulasi dan Aplikasi Lapangan: Strategi pencampuran agen hayati agar daya simpan lebih lama serta teknik aplikasi yang tepat (waktu dan dosis) guna memaksimalkan efikasi di lahan budidaya.

Fokus Pembelajaran 2: Manajemen Budidaya Bawang Merah Berkelanjutan

Selain fokus pada agens hayati, peserta studi visit juga diajak langsung turun ke hamparan lahan untuk mempelajari tata kelola budidaya tanaman bawang merah yang dikembangkan oleh "P4S TANI MAKMUR"Klik untuk membuka panel samping guna melihat informasi selengkapnya. Pembelajaran lapangan ini mencakup beberapa aspek krusial:

  • Persiapan Lahan dan Demplot: Manajemen pembuatan bedengan, pengaturan sistem drainase yang ketat guna mencegah kelembapan makro yang memicu penyakit jamur, serta pemanfaatan mulsa plastik yang optimal.
  • Implementasi Pengendalian Hama Terpadu (PHT): Penggabungan penggunaan agens hayati yang telah diproduksi secara mandiri dengan pemasangan perangkap fisik (seperti lampu perangkap atau yellow sticky trap) guna meminimalisir ketergantungan pada pestisida kimia.
  • Nutrisi dan Pemeliharaan Intensif: Manajemen pemupukan yang berimbang dengan mengkombinasikan pupuk organik matang serta pengaplikasian mikroba penyubur tanah guna mempertahankan porositas dan kesehatan lahan jangka panjang.

Kepala Seksi Produksi UPT PATPH, Bapak Taufiq Mansur, menyampaikan bahwa studi visit ini menjadi momentum penting bagi seluruh staf produksi dan kepala kebun untuk menyerap inovasi praktis dari praktisi pertanian swadaya yang telah terbukti berhasil di lapangan. Pengetahuan mengenai kemandirian produksi agen hayati dan standardisasi budidaya bawang merah berkelanjutan ini akan segera diadaptasikan dan diterapkan di kebun-kebun benih maupun kebun percontohan milik UPT PATPH. Harapannya, UPT PATPH dapat menjadi pusat diseminasi teknologi serupa bagi para petani di Jawa Timur.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama di depan gedung utama BDSP "P4S TANI MAKMUR"Klik untuk membuka panel samping guna melihat informasi selengkapnya Pasuruan, sekaligus komitmen untuk terus menjalin jejaring kemitraan transfer teknologi pertanian antara instansi pemerintah dengan kelembagaan swadaya.

Publikasi Resmi UPT PATPH Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim
Bagikan via WhatsApp